MALUKUnews, Jakarta: Insiden pembukaan pintu darurat pesawat Lion Air di Bandara Manado mendapat tanggapan dari seorang mantan pilot. Tindakan membuka pintu darurat saat mesin hidup sangatlah berbahaya.

"Kalau pintu darurat dibuka saat mesin dihidupkan, kemudian penumpang loncat, ini bahaya sekali," kata mantan pilot Jhon Brata saat dihubungi detikcom, Rabu (2/10/2013).

Jhon merupakan mantan pilot dari maskapai Merpati, Mandala, dan Pelita Air Sevice. Dirinya juga merupakan Ketua Indonesian Aviation Watch (IAW). Dia menerangkan, aliran udara super kencang dari mesin jet yang diaktifkan bisa membuat tubuh manusia tercabik-cabik.

"Kalau dari depan, bisa masuk ke mesin dan tubuh orang bisa seperti dimutilasi. Kalau dari belakang, seseorang bisa terhempas kencang ke belakang," katanya.

Dirinya mengevaluasi, kejadian tersebut seharusnya tak perlu terjadi. Dirinya mengaku sering mengalami kejadian serupa AC pesawat yang tak hidup semacam itu. Namun itu problem teknis yang bisa diselesaikan.

"Tinggal kita hidupkan satu dari dua mesin, maka AC-nya menyala. Memang bahan bakar terpakai, cuma nggak seberapa," ujarnya.

Dirinya tak habis pikir, penumpang bisa dibuat nekat keluar pesawat lewat pintu darurat gara-gara kegerahan di dalam. "Itu karena manajemen yang berakibat ke buruknya pelayanan. Seharusnya, dia (pesawat yang bersangkutan) bisa menyewa AC Car, tiap pesawat itu ada untuk itu. Masa pesawat nggak bisa menyewa?" tuturnya heran.

Diberitakan sebelumnya, para penumpang Lion Air JT 775 dari Manado ke Jakarta membuka pintu darurat pesawat di Bandara Sam Ratulangi, Senin (30/9/2013). Mereka tidak tahan suasana di dalam kabin yang panas.(Sumber: Detikcom)