MALUKUnews, Jakarta: Panitia Kongres Nasional ke- IX Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) melakukan pertemuan virtual dengan Kementerian PPN /BAPPENAS, Selasa (12/01).

Melalui, Deputi Polhukhankam BAPPENAS, Slamet Soedarsono menyampaikan, pihaknya selalu membuka ruang untuk teman-teman PERMAHI untuk memberikan kami masukan, catatan dan pertimbangan untuk kedepan. “ Sehingga kami bisa bersinergi dan mewadahi teman-teman,” ujar Slamet dalam acara dialog virtual itu.

Koordinator Stering Comite Yang diwakilkan oleh M. Nur latuconsina juga menyampaikan kepada Kementrian BAPPENAS agendadua tahunan yang di selenggarakan itu. Tentu dengan menyoroti berbagai persoalan yang ada di Maluku, lebih khususnya persoalan kemaritiman, kelautan serta lumbung ikan nasional.

Latuconsina beraharap, dalam kongres nanti BAPPENAS sendiri agar sama-sama untuk bisa mengaktualisasikan program-program yang berkaitan dengan kelautan maupun kemaritiman.

Kata Latuconsina, sektor kemaritiman dan kelautan merupakan salah satu prioritas di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Pembangunan sektor kemaritiman dan kelautan ini mencakup aspek yang sangat luas dan komprehensif.

Dalam implementasinya, lanjut Latuconsina, membutuhkan adanya sinergi lintas pelaku dan keterkaitan antar program yang kuat. Target-target besar yang telah dicanangkan untuk dapat dicapai pada akhir tahun 2019 lalu membutuhkan langkah yang sungguh-sungguh; kegiatan yang jelas dan terarah; dan penentuan indikator yang terukur.

“ Kajian ini bertujuan untuk membuat pemetaan program prioritas dan kegiatan prioritas terkait sektor kemaritiman dan kelautan; mengidentifikasi pemangku kepentingan (stakeholders) yang terkait didalamnya,” ujar Latuconsina. (Mar)