MALUKUnews, Ambon: Kementerian Agama (Kemenag) telah merancang sebuah inovasi manasik haji sebagai upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia.

Direncanakan pada tahun 2020, pola pembinaan tentang petunjuk pelaksanaan ibadah haji itu akan dibuat dalam sistem digitalisasi yang terbilang lebih canggih dari metode sebelumnya.

" Jika sebelumnya manasik haji dilakukan dengan metode ceramah, 2020 kita terapkan digitalisasi, karena sudah tidak laku lagi kita gunakan ceramah," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag RI, Nizar Ali, seperti dilansir dari situs kemenag.go.id.

Diharapkan Nizar, dengan cara digitalisasi sebagai instrumen pelaksanaan manasik haji, jamaah calon haji (jch) akan mandiri tanpa perlu adanya pembimbing.

" Yaa, kalau bisa kita buat buku komik digital atau flog menjadi panduan ibadah haji, sehingga tidak perlu lagi ada pembimbing yang susah-susah ceramah memberikan pemahaman tentang manasik haji," jelasnya.

Nizar menambahkan, dalam hal ini dituntut semua satker Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia juga dapat menerapkan digitalisasi manasik haji tersebut.

"Jadi 2020, tidak ada lagi ceramah dalam manasik haji. Semuanya harus menggunakan sistem digitalisasi," tandasnya. (Red/kemenag.go.id)