MALUKUnews, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan, sebelum pemilihan umum presiden dimulai pada Juli 2014. Kadin Indonesia melalui Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan akan memanggil calon presiden (capres) untuk membahas mengenai komitmen para capres tersebut di sektor perikanan dan kelautan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan Yugi Prayanto, mengatakan pengumpulan yang dilakukan Kadin Bidan Perikanan dan Kelautan ini memiliki potensi yang cukup besar. Di mana, setiap tahunnya berpotensi Rp255 triliun.

"Setelah pileg akan kami undang, Itu kan kelihatan akan nyapres. Mereka akan menyampaikan visi misi partai terkait pengembangan kelautan perikanan. Selama ini enggak ada partai spesifik mengusung kelautan dan perikanan," kata Yugi di Kantornya, Jakarta, Senin (7/4/2014).

Yugi mengungkapkan, pengumpulan capres ini akan dilakukan minggu depan, atau satu minggu setelah pemilihan umum (pemilu) 9 April 2014. Saat ini, sambung Yugi, dirinya menyeburkan para capres yang nantinya dikumpulkan harus dapat memberikan komitmen terhadap empat sektor, yakni sektor nelayan, pembudidayaan, sektor hilir serta pendukung sektor hulu dan hilir. Di mana, modernisasi armada kapal tangkap dan alat tangkap tepat yang nelayan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi.

"Misalnya dalam sektor pembudidayaan penambahan volume tambak untuk budidaya ikan darat, tambak udang, keramba untuk budi daya ikan laut, budi daya rumput laut," tambahnya.

Sedangkan untuk sektor hilir, Yugi merekomendasikan agar pemerintah meningkatkan usaha industri pengolahan untuk mendukung sektor hulu dan meningkatkan nilai tambah dengan skala besar, menengah dan kecil.

"Sektor hulu dan hilir itu seperti aplikasi pola ramah lingkungan, tanpa limbah dan berkelanjutan dari sektor hulu sampai hilir," pungkasnya. (rzy)

Sumber: okezone.com