MALUKUnews, Ambon: Sejak ada program Dana Desa, banyak desa-desa yang bermunculan hanya untuk bisa mendapatkan transfer uang dari pemerintah pusat. Padahal, desa-desa tersebut tidak ada alias 'gaib'.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, program Dana Desa yang dicetuskan Presiden Jokowi banyak disalahkangunakan dan berpotensi membuat keuangan negara merugi.

Hal tersebut diungkapkan Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (04/11), kemarin.

“ Kami mendengar beberapa masukan karena adanya transfer dari APBN maka sekarang muncul desa-desa baru yang bahkan tidak ada penduduknya, hanya untuk bisa mendapatkan dana desa,” kata Sri Mulyani seperti dilansir suara.com, Senin, kemairn.

Karena marak desa-desa siluman itu, Sri Mulyani menegaskan bakal memverifikasi ulang jumlah desa di Indonesia. “ Kami akan melakukan verifikasi atas fenomena itu, karena ada transfer dana setiap tahun,” kata dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, bahkan ada dana desa yang sudah dikucurkan oleh pemerintah sejak beberapa tahun belakangan, namun tidak membuat desa menjadi lebih baik.

Tak hanya itu, hingga kekinian masih ada puluhan ribu desa yang masuk dalam kategori tertinggal. “Kami masih melihat ada 20 ribu desa yang tetap dalam kategori desa tertinggal,” kata dia.

Sementara realisasi dana desa hingga Agustus 2019 telah mencapai Rp 42,2 triliun atau 60,29 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar Rp 70 triliun. (Win/suara.com)