MALUKUnews, Jakarta: Para wartawan yang tergabung dalam Media Online Indonesia (MOI) Se-Indonesia melakukan deklarasi gerakan tolak hoax, radikalisme dan intoleransi, Jakarta, Kamis (21/11), kemarin.

Reporter Malukunews.co, Jodih Lumatalale, dari Jakarta, melaporkan, deklarasi yang dilakukan ini sebagai bentuk komitmen mengkampanyekan gerakan anti berita hoaks yang cenderung memecah belah bangsa.

Kami mengajak semua media online untuk bersama sama melawan hoax dan radikalisme. Hal ini disampikan Marsda TNI. Rus Nurhadi, selaku Deputi 7 Menko Polhukam Bidang Komunikasi, Informasi dan Apratur yang mewakili Mahfud MD.

Acara deklrasi yang diawali dengan seminar ini berlangsung di gedung convention hall Kemensos, Jalan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (21/11).

Hadir dalam dalam acara ini, para Pimpinan Redaksi, Jurnalis Media Online dan LSM, di antaranya LSM LIRA yang di pimpin Ketua umumnya DRS,HM, Jusuf Rizal ,SE.,M.Si.

Kegiatan seminar dan deklrasi ini dengan mengambil topik, Peran Media dan Civil Society Organization ( Ormas/LSM) dalam memerangi hoax (Berita Bohong), radikalisme dan intoleransi pada pemerintahan Joko Widodo - KH, MA'Ruf Amin, 2019-2024.

Sementara itu, Ketua Umum Media Online Indonesia (MOI), Rudi Sembiring, mengatakan, bahwa saat ini jumlah pemakai media sosial di Indonesia berada di urutan ke 6 di dunia.

Hadirnya Media Online Indonesia (MOI) adalah sebagai salah satu wadah penyaluran bagi mereka yang ingin mendirikan perusahaan media online yang bisa di pertanggungjawabkan.

"Kita akan mekakukan verifikasi internal anggota MOI, saat ini berjumlah 356, sedang untuk seluruh Indonesia dari data Menkom Info sebanyak 44.000 media online dan DPP MOI menargetkan 1000 Perusahaan Media Online akan berdiri pada tahun 2020".tandas Rudy.

Rudy menambahkan, DPP Media Online Indonesia (MOI) akan melakukan pendaftaran menjadi konstituante Dewan Pers dan kemudian akan melakukan peningkatan mutu SDM jurnalis dengan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). (Jod)