MALUKUnews, Ambon: Anggota DPR RI, Ir. Abdullah Tuasikal, M.Si, dari Partai NasDem, Dapil Maluku ini, melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah (Malteg), kemarin.

Sosialisasi ini dilakukan, dengan menghadirkan sekitar 150 orang dari bebagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, mahasiswa, guru dan para kepala sekolah se- Kecamatan Leihitu. Lokasi kegiatan ini berlangsung di Aula SMP Negeri 3 Leihitu.

Sosialisasi ini diawali dengan menyanyikan lagu Garuda Pancasila. Usai menyanyikan lagu itu, Tuasikal pun memulai sosialisasi dengan mengajak semua peserta, untuk menghayati dan memahami lagu yang baru saja dinyanyikan itu. “ Lagu Garuda Pancasila ini sangat memiliki arti dan makananya cukup besar untuk perjalanan bangsa ini,” katanya.

Tuasikal kemudian menjabarkan 4 Pilar Kebangsaan itu, terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Pancasila merupakan pilar pertama, yakni diibaratkan seperti tiang penyangga, untuk menyokong bangsa Indonesia supaya tetap kokoh. Pancasila memiliki 5 sila. Di antaranya pada sila pertama, ketuhanan yang maha esa. Sila ini menyatakan, bahwa semua rakyat Indonesia harus memiliki agama, percaya kepada Tuhan menurut kepercayaan dan keyakinan masing masing.

Pasal-pasal yang terkandung dalam UUD 1945 merupakan batang tubuh. Olehnya itu kita harus memahami dan memaknai isi dari teks dari pembukaan UUD 1945 itu.

Setiap negara memiliki corak dan bentuknya masing masing. Dan Indonesia itu berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sedangkan Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tapi satu), artinya NKRI ini terdiri dari berbagai suku bangsa, agama dan budaya. Tentu saja kita masing-masing punya ego untuk mempertahankan keyakinan kita, dan membedakan satu dengan yang lain. Namun dengan adanya falsafah Bhineka Tunggal Ika ini, maka perbedaan itu bisa kita satukan.

Abdulla Tuasikal yang biasa disapa AT ini, juga mengatakan, perbedaan pendapat , perbedaan politik itu biasa. Namun perlu kita ketahui, bahwa perbedaan itu tidak boleh terus berlanjut. Namun sebaliknya, kita harus berusaha bersatu demi menjaga persatuan sebagai anak bangsa.

“ Selaku anak Maluku saya juga mengajak, mari kita bersatu untuk membangun Maluku supaya Maluku ini bisa maju setara dengan daerah lain. Kita harus bersinergi, satukan visi dan misi untuk membangun negeri ini lebih baik,” ujar Mantan Bupati Maluku Tengah dua periode ini.

AT kemudian menutup kegiatan sosialisasi ini dengan membagi-bagikan buku 4 pilar. (Red)