MALUKUnews, Ambon: Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengatakan, ia tak mau membabi-buta menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan yang tertangkap, seperti yang dilakukan Susi.

Dirinya juga mempertimbangkan, agar kapal-kapal ilegal yang disita Kejaksaan Agung diberikan untuk nelayan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Meskipun demikian, Edhy pun tak memungkiri, bahwa tak akan menghentikan penenggelaman kapal maling ikan seperti pendahulunya, Susi Pudjiastuti. Tapi dia tidak mau fokusnya hanya penenggelaman kapal saja.

Edhy juga mengungkapkan adanya kejanggalan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Susi.

Edhy menilai, jika penenggelaman kapal dilakukan terus tapi tidak ada pembinaan terhadap nelayan dan pembudidaya perikanan maka tidak ada gunanya.

"Kalau jargon penenggelaman kapal terus yang kita lakukan sementara pembinaan kepada nelayan dan pembudidaya ikan kita juga nggak ada, nggak jalan nggak ada gunanya," kata Edhy di Menara Kadin, Jakarta, seperti dilansir detik.com Senin (18/11).

Dalam menenggelamkan kapal pencuri ikan, Edhy juga tidak akan gegabah. Pihaknya juga akan mengikuti keputusan pengadilan.

"Penenggelaman kapal itu tetap kita akan lakukan kalau memang ada siapa pelanggarnya, tapi kalau kemudian kita tangkap, kita kejar masak harus kita tenggelamkan, wong dia sudah nyerah. Kan pengadilan urusannya, menenggelamkan kapal pun harus keputusan pengadilan," ujarnya.

Lanjut dia, kalau hanya sekedar menenggelamkan kapal adalah hal kecil buat dirinya. Namun perlu diingat bahwa bukan itu tujuannya utamanya.

"Kita nggak akan pernah takut dengan nelayan asing, tapi juga jangan semena-mena sama nelayan kita sendiri, harus ada pembinaan. Kita harus disayangi nelayan kita sendiri tapi kita ditakuti nelayan-nelayan pencuri," tambahnya. (Qin)