MALUKUnews: Satu lagi pejabat BlackBerry dikabarkan meninggalkan perusahaan yang berbasis di Waterloo, Ontario, Kanada tersebut. Pada Senin (10/2/2014), BlackBerry mengumumkan kepala unit bisnis BlackBerry Messenger (BBM) Andrew Bocking tidak lagi menjadi bagian dari BlackBerry.

Selain menjabat sebagai Head of the Messenger Service, Andrew Bocking juga merupakan Executive Vice President BlackBerry. Namun, belum jelas apakah berhentinya Bocking karena dirinya diberhentikan atau mengundurkan diri.

Menurut sumber situs teknologi BGR, BlackBerry dikatakan akan menggabungkan divisi layanan BBM dengan unit enterprise, sementara Bocking tidak setuju dengan keputusan tersebut.

Untuk menunjukkan kekecewaannya, Bocking bahkan dikabarkan langsung mengganti smartphone BlackBerry-nya dengan smartphone lain yang menjalankan Android.

Sumber lain mengatakan bahwa Bocking tidak dipecat dan kepergiannya adalah kerugian besar bagi divisi layanan BBM. Namun, kepergian Bocking tersebut disebut tidak akan berpengaruh besar terhadap produk layanan messaging milik BlackBerry itu.

BlackBerry menolak untuk berkomentar atas alasan kepergian Bocking, hanya menegaskan bahwa hal tersebut adalah keputusan Bocking pribadi.

Sebagai pengganti Bocking, dikutip dari Cnet, BlackBerry menyiapkan John Sim, yang saat ini menjabat sebagai Head of Global Enterprise Solutions, untuk menangani divisi BBM yang menurut perusahaan masih utuh sebagai satu kesatuan.

Di bawah pimpinan CEO baru, John Chen, BlackBerry memang mengalami banyak perubahan, seperti fokus ke layanan bisnis high-end dan pemerintah. Selain strategi yang berbeda, Chen juga mengganti beberapa pimpinan di tubuh BlackBerry.

Sebelumnya Chen juga mengatakan memiliki rencana besar lain untuk layanan messaging BBM perusahaan, yaitu membawanya ke tingkat layanan komunikasi mobile yang lebih luas. (Kompas)

Sumber: BGR Editor: Reza Wahyudi