MALUKUnews, Balikpapan: Dampak pembebasan bersyarat terpidana 20 tahun penjara, Schapelle Leigh Corby diperkirakan akan besar. Tokoh nasional Rizal Ramli mengatakan, pemerintah harus memperhatikan bahwa fakta menunjukkan saat ini Indonesia sudah menjadi pasar narkotik paling besar.

"Faktanya Indonesia jadi pasar narkotik paling besar. Padahal, 20 tahun lalu kita bukan daerah pemasaran narkoba paling tinggi," kata Rizal usai debat kandidat calon presiden dari Konvensi Rakyat di Gedung Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (9/2/2014).

Sindikat internasional menjadikan Indonesia pasar narkoba dan transit poin karena berbagai alasan, di antaranya, menurut Rizal, karena relatif aman, sanksi yang ringan dan juga gampang tersebar. "Dalam konteks itu kita menilai pembebasan Corby ini. Artinya, sanksi di Indonesia masih bisa dilobi dan ringan," terang mantan menteri koordinator perekonomian ini.

Sebelumnya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin menyatakan ratu mariyuana dari Australia, Schapelle Leigh Corby mendapat pembebasan bersyarat berdasarkan telaah dari Tim Pengamat Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Corby mendapat pembebasan bersyarat karena dianggap telah memenuhi persyaratan substantif dan administratif. Amir menambahkan, saat menjalani pembebasan bersyarat, Corby harus melapor ke BAPAD Denpasar, Bali, sesuai jadwal yang ditentukan. (ydh)

(Sumber: Okezone.com)