MALUKUnews, Jakarta: Anggota Komisi IV RI dari Dapil Maluku, Abdullah Tuasikal, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Senin, awal pekan kemarin, menyarankan, supaya kementrian pertanian perlu berdayakan pangan lokal, seperti singkong, ubi-umbian, jagung, sagu dan lainnya untuk dikonsumsi masyarakat.

Tuasikal mengatakan, terkadang Maluku itu tak terakomodir dari sejumlah masalah, maka kami inginkan supaya pangan lokal juga menjadi perhatian. Jangan hanya beras saja yang diperhatikan oleh pemerintah lewat kementerian ini. “ Misalnya kami di Maluku, sejak dulu kala, nenek moyang kami pengkonsumsi makanan lokal, seperti singkong, ubi-ubian, jagung, sagu dan lain sebagainya,” ujar Tuasikal dalam rapat itu.

Saat ini, kata Tuasikal, justru paradigmanya terbalik. Jika tidak konsumsi nasi terasa seperti belum makan. Maka saran saya, pemerintah perlu membuat satu formulasi, bekerja sama dengan pemerintah Provinsi, kabupaten/kota, untuk memberdayakan suasembada pangan lokal. Misalnya dengan konsepnya, dalam seminggu gunakan program sehari untuk tidak mengkonsumsi nasi. Kalau ini berjalan sebulan saja, maka sudah terhitung 4 hari kita mengurangi devisit beras. “ Sehingga kita juga bisa jadikan pasar untuk jualan makanan lokal,” kata politisi Partai NasDem ini.

Tuasikal juga dengan tegas mengatakan kepada Menteri Syahrul, bahwa, saudara menteri ini punya pengalaman. “ Untuk itu, saya yakin dan percaya pak menteri bisa melakukan suasembada pangan lokal. Pak Menteri juga pernah menjadi lurah, Camat, Bupati sampai gubernur dua periode. Saya kira pasti paham kondisi masyaarkat kita,” cetus Tuasikal. (Red)