MALUKUnews, Ambon: Wakil Ketua I DPD RI, Letjen TNI Marinir (Pur) Nono Sampono, yang juga adalah putra Maluku, berpidato di forum farlemen internasional, The Second Internasional Forum, dengan tema ‘Development of Parlementarism’ yang berlangsung di Moskow, Rusia, Rabu (03/07).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (1-3 Juli 2019) ini, diikuti oleh parlemen dari Asia, Afrika dan Eropa.

Dalam pidatonya itu, seperti dalam rilis yang diterima Malukunews.co, Rabu (03/07), Sampono, menyampaikan, setiap negara memiliki kepentingan nasional untuk membangun negaranya supaya maju, aman dan sejahtera. Namun seluruh negara juga memiliki kewajiban dan tanggung jawab kolektif dalam menciptakan kawasan dan dunia yang stabil, aman dan damai pula.

Lanjutnya, dunia masih diwarnai oleh berbagai tantangan yang harus diselesaikan, antara lain: ketegangan politik, konflik sipil, bahkan militer, kekerasan dalam demokrasi, pelanggaran HAM, krisis ekonomi dan keuangan, ancaman ketahanan pangan dan energi, bencana alam dan kerusakan lingkungan hidup, kesenjangan dan kemiskinan yang masih merajalela sampai dengan ancaman terorisme.

Kata Sampono, Indonesia tidak akan pernah lelah dan berhenti dalam mengembangkan kohesi yang lebih kuat atas dasar kepentingan dunia, dengan dilandasi prinsip kesetaraan, keterbukaan, solidaritas, saling membantu dan saling menguntungkan.

Khusus untuk terorisme, Sampono mengingatkan, awalnya terorisme bersifat lokal dan memperjuangkan ideologi semata. Namun saat ini telah berkembang menjadi ingin merebut dan mengambil alih kekuasaan sebuah negara, bahkan mengancam kehidupan manusia secara universal.

Dengan demikian harus dibangun kerja sama global untuk mengatasi ancaman terorisme. Deklarasi PBB nomor: 1368 dan nomor 1373 sebagai payung hukum telah mewajibkan 189 negara anggota untuk memerangi dan mengakhiri aksi teroris, termasuk pihak yang membantu, sekaligus membawanya kepengadilan. (MN-01)