MALUKUnews, Jakarta: Menteri Keuangan Chatib Basri mengungkapkan bahwa PT Freeport Indonesia belum menyatakan akan membangun smelter pasca penerapan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan dan Mineral.

"Freeport belum bilang mau bangun smelter. Saya enggak tahu kecuali Anda (wartawan) mewakili Freeport. Freeport nggak pernah bilang ke saya kalau dia mau bangun smelter," tutur Chatib di Hotel Shangrila, Jakarata, Selasa (4/2/2014).

Dia menegaskan, penetapan bea keluar ekspor bahan mineral merupakan hukuman sekaligus dorongan bagi perusahaan tambang untuk membangun industri pengolahan/pemurnian (smelter).

"Gini, BK (bea keluar) itu kan fungsinya memaksa orang untuk membangun smelter," ungkapnya.

Seperti diketahui, Kamis, 29 Januari 2014 kemarin, pemilik Freeport Richard C Adkerson bersama Direktur Utama Freeport Rozik Sutjipto mendatangi Kantor Kementerian Keuangan guna menanyakan tujuan pengadaan bea keluar dan proses pembangunan smelter.

Usai pertemuan tersebut, Chatib menyatakan pemerintah tetap berpegang pada amanat undang-undang dan tetap mengharuskan perusahaan tambang raksasa itu membangun smelter.(rzy)

(Sumber: okezone.com)