MALUKUnews, Ambon: Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap melalui Direktur Pelabuhan Perikanan, Frits Penehas Lesnussa berharap Kabupaten Buru Selatan dan Maluku Tenggara miliki pelabuhan perikanan.

Hal ini dikatakannya Lesnussa, di dalam tata ruang Provinsi Maluku, dua kabupaten tersebut belum memiliki pelabuhan perikanan. Dijelaskannya, diseluruh Indonesia, saat ini terdapat 500 lebih pelabuhan perikanan, sementara di Maluku baru 17 pelabuhan perikanan minus Buru Selatan dan Maluku Tenggara.

"Dalam tata ruang provinsi itu diharapkan dua kabupaten ini harus dibangun pelabuhan perikanan,"ucapnya kepada awak edia di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Kamis (29/08).

Diakuinya juga, pihaknya sudah mnginatkan Provinsi Maluku akan hal ini, Hanya saja, sampai sejauh ini belum ada usulan dari Pemprov Maluku terkait pembangunan pelabuhan perikanan di dua kabupaten tersebut. "Dalam rapat tata ruang sudah disampaikan untuk ada pelabuhan perikanan setelah pemekaran. Sampai saat ini belum dengar. Karena di dalam Induk Perencanaan Pelabuhan Nasional, dia harus masuk ke kami dan kami bisa masukan ke rencana induk pelabuhan perikanan nasional. Sudah didorong (diingatkan),"jelasnya.

Masih kata dia, usulan untuk pembangunan pelabuhan perikanan ini harus dari provinsi. Karena kabupaten hanya sebagai pengelola. "Harus dari provinsi bukan dari Pusat dan sampai sejauh ini belum ada (usulan). Harus usulannya dari Provinsi, kabupaten/kota itu hanya untuk pengelolaan pemasaran ikan,"tandasnya. (RUZ)