MALUKUnews, Jakarta: Sekarang ini perkembangan media di tanah air begitu cepat. Namun, munculnya media tersebut masih ada yang belum berbadan hukum.

Penegasan ini disampikan Mantan Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, seperti diberitakan merdeka.com pada bulan April, beberapa waktu lalu.

"Banyak orang mengakui punya media, tapi medianya tidak berbadan hukum," kata Yosep dalam suatu acara diskusi di Jakarta saat itu.

Menurut Yosef, ketiadaan badan hukum dalam media sangat berbahaya. Sebab, media yang bersangkutan dapat berhadapan dengan konsekuensi hukum, yakni pidana.

" Itu bisa dipidana. Karena itulah Dewan Pers mencatat, menghimpun bahwa ini loh media yang ada di Indonesia, yang ada dan berbadan hukum itu ini," katanya.

Oleh karena itu, dia mengharapkan agar media-media yang belum memiliki badan hukum segera mengurusnya. "Segera mengurus (badan hukum). Nggak punya solusi. Ikut saja. Sosialisasi sudah kami jalan keliling ke banyak kota," katanya saat itu.

Lebih lanjut, ia mengatakan Dewan Pers sudah melakukan sosialisasi ke berbagai kota akan pentingnya badan hukum. Langkah selanjutnya berada pada media yang bersangkutan apakah segera membuat badan hukum atau tidak.

"Jadi tergantung dari kemauan teman-teman untuk membuat badan hukum, kemudian bergabung pada organisasi profesi, ikut uji kompetensi, maka kita akan dapat kehormatan menjadi wartawan," tutupnya. (Red/merdeka.com)