MALUKUnews, Jakarta: Ilmu pengetahuan dan teknologi harus terus berkembang tanpa ada batasan jarak. Apalagi dengan banyaknya tawaran beasiswa penelitian dari kampus luar negeri dapat memacu para akademisi untuk terus berkarya.

Salah satu tawaran beasiswa penelitian untuk jenjang S-2 dan S-3 ke luar negeri datang dari Lembaga tersebut seperti Harvard Kennedy School (HKS) dan The Indonesian Scholarship and Research Support Foundation (ISRSF). Kedua lembaga tersebut menawarkan para sarjana Indonesia untuk bisa melakukan penelitian atau pun melanjutkan jenjang pendidikannya hingga S-3. Salah satu universitas yang menjadi sasaran sosialisasi kedua lembaga itu ialah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Pada kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif ISRSF Benny Subianto mengatakan, HKS dan ISRSF memiliki mekanisme berbeda dalam penyelenggaraan progam beasiswa pendidikan tersebut.

HKS, lanjutnya, hanya dikhususkan untuk sarjana Indonesia yang sedang menulis tesis atau yang sudah menyelesaikan program doktornya untuk melakukan penelitian selama 10 bulan di Harvard Kennedy School. Sementara beasiswa ISRSF ditujukan bagi sarjana yang ingin meraih gelar doktor (PhD) di Nortwestern University, Chicago, Amerika Serikat (AS).

"Program beasiswa dari HKS hanya ditujukan bagi dosen-dosen atau mahasiswa doktoral yang ingin melakukan penelitian di luar negeri. Sementara beasiswa dari ISRSF yang ditawarkan selama tujuh tahun untuk kuliah di Northwestern University, ditujukan bagi sarjana baik itu sarjana yang baru lulus, atau yang sudah memiliki pengalaman kerja," ujar Benny, seperti dinukil dari situs UMY, Kamis (14/11/2013).

Menurut Benny, program beasiswa penelitian dari HKS nantinya akan diberikan pada dosen, mahasiswa S-3, atau mereka yang sudah bergelar doktor, setelah mereka lolos pada seleksi proposal penelitian. Proposal penelitian itu bisa dalam hal akademik atau pun keahlian profesional.

"Tapi proposal penelitiannya harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan oleh HKS, seperti dalam bidang perekonomian, politik, pemerintah, Islam dan demokrasi maupun energi. Dan status penerima beasiswa HKS ini bukan sebagai mahasiswa, tapi hanya sebagai peneliti. Jadi tidak menerima gelar dari sana, tapi hanya dapat sertifikat sebagai bukti kalau sudah melakukan penelitian di luar," jelasnya.

Sementara itu, untuk program beasiswa dari ISRSF ditawarkan dalam dua bentuk program, yaitu Arryman Fellows dan Arryman Scholars. Arryman Fellows berlangsung selama satu tahun, yang merupakan masa persiapan dari jenjang S-1 sebelum menjadi PhD student. Sedangkan Arryman Scholars dengan masa studi enam tahun sejak menyelesaikan program Arryman Fellows hingga meraih gelar PhD.

"Tapi sebenarnya yang harus betul-betul dipersiapkan itu setelah Anda diterima dan menjalani program Arryman Fellows selama satu tahun, maka tiga tahun berikutnya itu adalah masa-masa beratnya. Karena selama tiga tahun itu nantinya akan dijalani dengan masa-masa kuliah, tugas, dan berbagai seminar. Kemudian tiga tahun berikutnya untuk penelitian," papar Benny.

Dia menuturkan, program beasiswa dari kedua lembaga tersebut bertujuan untuk menghasilkan sarjana, akademisi, dan doktor yang berkualitas dan berkelas dunia di dan untuk Indonesia. Sebab, Indonesia memiliki banyak PhD tapi hanya ada sedikit beasiswa yang ditawarkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan mengembangkan ilmu mereka.

"Karena itu, kami ingin menghasilkan doktor yang penuh dedikasi. Bukan sekadar menjadi dan mendapat gelar PhD atau doktor, lalu berhenti melakukan penelitian atau mengembangkan keilmuannya. Gelar doktor atau pun PhD itu bukanlah titik akhir, tapi titik awal dari semua perjalanan hidup, sebab sebagai akademisi masih banyak hal yang bisa dilakukan," imbuhnya.

Adapun HKS menerima pengajuan proposal penelitiannya hingga 14 Februari 2014 untuk masa penelitian Agustus 2014 hingga Mei 2015. Sementara bagi pelamar beasiswa ISRSF, berkas-berkas lamaran beasiswanya diberikan waktu hingga 31 Desember 2013, dengan salah satu persyaratannya memiliki nilai IBT TOEFL minimun 70 yang pelaksanaan tesnya tidak lebih awal dari 1 Juni 2012. (Sumber: Okezone/ade)