MALUKUnews, Ambon: Wabah virus Corona atau Covid-19 saat ini masih menjadi momok bagi masyarakat dunia. Tidak sedikit umat manusia di dunia yang meningga akibat mganasnya vurus ini.

Dikutif dari republika.co.id, Kamis (30/07), Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Rabu, kemarin, melaporkan data terbaru mengenai Covid-19 yang terjadi di Amerika Seriktat (AS) dengan total 4.339.997 kasus dan 148.866 kematian.

Jumlah kasus maupun kematian mengalami peningkatan, yakni 59.862 kasus dan 1.194 kematian baru. CDC melaporkan data terkini penyakit pernapasan, yang disebabkan oleh virus corona jenis baru, pada 28 Juli pukul 16.00 waktu setempat dibanding sehari sebelumnya.

Angka CDC tidak mencerminkan jumlah kasus yang dilaporkan oleh setiap negara bagian. AS merupakan negara terparah nomor wahid di dunia yang dilanda virus corona.

Presiden AS Donald Trump mendorong perusahaan-perusahaan farmasi di negeri itu sesegera mungkin menemukan dan memproduksi secara massal vaksin Covid-19. AS memberikan dana sebagai pembayaran di muka untuk pembelian vaksin dalam jumlah besar bagi warga negara AS setelah vaksin yang ampuh dan aman bagi pasien ditemukan.

Tingginya kasus Covid-19 di AS oleh Trump dianggap logis karena, menurut Trump, hanya AS lah yang melakukan uji Covid-19 paling masif terhadap warga negaranya dibandingkan negara mana pun di dunia.

Untuk menangkis para pengkritiknya yang menuduh banyaknya kasus Covid-19 di AS merupakan cerminan kegagalan Trump menangani pandemi, presiden dari Partai Republik itu antara lain berkilah, andai China sanggup mengendalikan persebaran wabah lebih awal, kasus dan korban mati akibat Covid-19 yang dialami warga AS tak akan setinggi yang terjadi saat ini. (Qin/republika.co.id)