MALUKUnews, Ambon: Dalam rangkaian konferensi “Digital Discourses“, Goethe-Institut Indonesien bersama para mitranya, yaitu Center for Digital Society (CfDS), ICT Watch, dan Lembaga Studi & Advokasi.

Masyarakat (ELSAM), menyelenggarakan dua seri lokakarya daring mengenai perlindungan privasi di internet yang terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Demikian rilis yang disampaikan Direktur Goethe-Institut Indonesien, Dr. Stefan Dreyer kepada Malukunews.co, Kamis (04/06).

Lanjut Stefan, lokakarya ini akan disiarkan live pada Sabtu, 6 dan 13 Juni, pukul 14.00-16.00 WIB, di kanal YouTube Goethe-Institut Indonesien dan Twitter (@GI_Indonesien).

Penyelenggaraan lokakarya daring ini didasari adanya permasalahan pada aplikasi dan platform di internet yang sering kali mengumpulkan data yang jauh lebih banyak dari yang diketahui penggunanya. Banyak pihak beriktikad buruk di internet siap memanfaatkan setiap kelemahan dalam setelan perlindungan data dan dalam kebiasaan pengguna saat berselancar di internet.

Persoalan privasi data semakin mengkhawatirkan dan menjadi topik pembahasan di seluruh dunia.

Lokakarya daring ini kata Stefan, dimaksudkan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya literasi di kalangan perorangan terkait privasi data pribadi.

“ Kami juga berharap rangkaian konferensi dan lokakarya Digital Discourses ini dapat memicu perdebatan di Indonesia seputar pentingnya menghormati dan melindungi informasi pribadi,” ujar Direktur Goethe-Institut Indonesien ini.

Sebelumnya, edisi kedua “Digital Discourses“—sebuah rangkaian konferensi yang menelaah dampak transformasi digital terhadap masyarakat, perekonomian, dan lingkungan hidup telah diselenggarakan pada April dan Mei lalu.

Konferensi daring saat itu menghadirkan sejumlah pakar dari Asia Tenggara dan Jerman untuk membahas topik privasi dan proteksi data di zaman kapitalisme data.

Pada seri pertama lokakarya tanggal 6 Juni, Donny B.U. dan Indriyatno Banyumurti dari ICT Watch akan memandu lokakarya berjudul “Merah – Kuning – Hijau: Panduan Praktis untuk Keamanan

Perangkat Bergerak dan Perlindungan Data”. Keduanya akan memberikan pengantar langkah-demi- langkah mengenai setelan privasi dan keamanan pada gawai, dengan struktur sebagai berikut:

• Merah: Mekanisme kata kunci, antivirus/anti-malware, dan verifikasi dua langkah

• Kuning: VPN, setelan privasi aplikasi bergerak, perangkat enkripsi

• Hijau: Penganonim, chat (video) aman, dan firewall pribadi

Pada seri selanjutnya, yang dihelat tanggal 13 Juni, Yerry Niko Borang (jurnalis lepas) akan memandu lokakarya bertajuk “Jaga Kerahasiaan Komunikasi Anda“.

Ia akan memberikan pengenalan bagaimana menggunakan internet secara anonim. Ia akan mengajak peserta lokakarya melihat dan mengeksplorasi beberapa fasilitas dan belajar mengenai aplikasi yang tersedia untuk umum, terutama jaringan TOR untuk berkomunikasi secara anonim, yang tersedia secara gratis dan merupakan sumber terbuka.

Yerry juga akan membahas mengenai cara menggunakan enkripsi saat berkomunikasi dengan menggunakan VPN dan PGP saat bertukar surel. Selain itu, beberapa aplikasi chat alternatif juga akan diberikan. (Red)