MALUKUnews, Lambesar: Tim peneliti dari Balai Arkeologi Ambon, Maluku, menemukan dolmen (monumen prasejarah berupa meja batu datar yang ditopang tiang-tiang batu) di Desa Lambesar, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

"Di bagian atas dolmen yang kami temukan ada gambar ular berkepala manusia. Itu adalah pola ukiran antromorfic, yakni perpaduan antara bentuk manusia dan hewan," kata arkeolog Marlon Ririmase, di Ambon, Rabu (26/3).

Ia mengatakan benda peninggalan tradisi megalitikum tersebut ditemukan dalam survei yang dilakukan pada 11 Maret 2014, dalam upaya pencarian jejak perkampungan kuno selama 12 hari di Pulau Larat, Kecamatan Tanimbar Utara. "Dolmen ini adalah bagian dari tradisi megalitik pada zaman prasejarah akhir," katanya.

Lebih lanjut Marlon mengatakan, Pulau Larat merupakan satu dari 92 pulau terluar di Indonesia, selain dolmen, timnya juga menemukan indikasi situs permukiman terbuka yang potensial yang merupakan perkampungan kuno dari masyarakat di sana.

"Semua temuan yang didapat masih menjadi bukti awal untuk menentukan langkah yang harus ditentukan selanjutnya," katanya.

Ia menjelaskan umumnya masyarakat tradisional di Kepulauan Tanimbar bermukim di perbukitan, tetapi sejak adanya kebijakan pasifikasi oleh pemerintah kolonial pada akhir abad ke-19 hingga awal abad 20, mereka dipindahkan ke daerah pesisir.

Karakteristik situs perkampungan kuno di Tanimbar cukup umum, yakni berada di dataran tinggi dengan akses minimal yang menunjukan tingginya karakter defensif masyarakat di sana.

"Biasanya indikasi jejak-jejak perkampungan kuno di sana dari adanya penemuan lokasi penguburan sekunder, yakni tengkorak-tengkorak manusia yang dikumpulkan dalam satu lokus atau relung batu," ucapnya.

(sumber: republika.co.id)