MALUKUnews, Ambon: Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB), Petrus Fatlolon mengakui lahan seluas 1.500 hektar di Kecamatan Tanimbar Selatan yang disiapkan pemerintah daerah MTB untuk Blok Masela tidak ada masalah.

"SKK migas dan Inpex sudah menyurati pemda dan Pemkab MTB meminta untuk menyediakan lahan seluas 1.500 hektar, mengingat kewengan Bupati hanya 5 hektar. Saya sudah melaporkan kepada bapak Gubernur, dan beliau sudah menyampaikan ke saya untuk amankan lahan seluas 1.500 hektar, dan saya dipastikan tidak ada masalah," ujarnya kepada awak media di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Selasa (13/08).

Dalam pertemuan dengan Gubernur itu, dikatakannya, juga dibicarakan soal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dimana sosialisasinya sudah dilakukan di Ambon pada 6 Agustus dilanjutkan pada 8 Agustus di Saumlaki sampai ke desa-desa yang berdampak langsung, seperti Lermatang, Bomaki, Latdalam, sampai ke ring dua, Loromtumbun dan desa lain sekitarnya. Sosialisasi AMDAL kata dia masih berlangsung sampai hari ini.

Selain itu, juga di diskusikan terkait penyiapan tenaga kerja, bukan saja dari Tanimbar tapi juga dari kabupaten/kota lain yang ada di Provinsi Maluku, melalui program BLK maupun mengirim lulusan SMA mengikuti perkuliahan bidang migas di Cepu selama empat tahun. "Saat ini kita di MTB sudah ada 85 orang yang dikirim ke cepu," cetusnya.

Lebih lanjut dikatakan Fatlolon, persoalan mengenai kontraktor lokal yang akan diberdayakan, dalam hal ini BUMD Maluku Energi yang dibentuk Gubernur maupun BUMD Tanimbar Energi dari MTB juga dibicrakan.

"Kita akan berkolaborasi Maluku Energi sebagai payung dan Tanimbar Energi sebagai operasional," ungkapnya. (Ruz)