MALUKUNEWS,Ambon: Sebanyak 95 orang imigran gelap asal Myanmar berhasil ditangkap aparat TNI dari Satgas Yonif 611 di Desa Ersulit, Wetar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Puluhan imigran gelap ini ditangkap bersama 10 orang Anak Buah Kapal (BK) pada hari Jumat (12/07), kemarin.

Menurut informasi yang diperoleh dari Komandan Korem 151 Binaya, Kodam XVI Pattimura Ambon, Kolonel TNI Inf Asep Kurnaedi, Sabtu (13/07), sore ini, menyebutkan, proses penangkapan ini berawal dari enam orang Satgas Yonif 611 yang sedang melakukan patrol di wilayah Lirang. Mereka kemudian menerima informasi dari masyarakat tentang keberadaan puluhan orang asing itu. Pesonil Yonif 611 ini kemudian bergerak cepat menuju Desa Ersulit.

Untuk menuju Desa Ersulit sebelumnya para personil Yonif 611 ini melakukan koordinasi dengan pos Angkatan Laut yang ada di wilayah itu. “ Anggota kami juga sudah melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat sehingga proses penangkapan terhadap para imigran gelap asal Myanmar ini berjalan lancar,” ujar Kurnaedi.

Dari hasil interogasi TNI Yonif 611, menyebutkan, imigran gelap itu dibawa dari Myanmar menuju Kendari, Sulawesi Tenggara dan kemudian dilanjutkan menuju Australia. Mereka dibawa dengan menggunakan dua buah kapal, yakni KM. Bangkit dengan Kapten kapal La Ode Taji asal Kendari. Sedangkan kapal satu lagi bernama KM. Tanjung Kapuas dengan Kaptennya bernama La Ode Bambang yang juga berasal dari Kendari. Menurut pengakuan kedua kapten kapal itu, masing-masing penumpang imigran gelap ini membayar jasa angkut sebesar 2 ribu dollar.

Menurut Danrem dengan tiga melati dipundaknya dalam pesan singkatnya yang diterima Moluken.com, Sabtu, sore, mengatakan, KM Bangkit dan KM Tanjung Kapuas itu sempat terdampar di perairan yang dangkal di Pulau Pasir, perairan Wetar Barat akibat ombak besar. Kedua kapal itu kemudian memilih berlabuh di Desa Ersulit dan membuat kesempatan kepada TNI untuk melakukan penangkapan.

Masih menurut Danrem, dari hasil interogasi, para imigran Myanmar ini melarikan diri negaranya akibat konflik/pemberontakan yang sedang terjadi di negara mereka. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata diatas kapal KM Tanjung Kapuas juga ditemukan BBM jenis solar sebanyak 30 ton yang hendak dijual ke Australia.

“ Hari ini para imigran gelap asal Myanmar itu kami bawa ke kecamatan Ustutun Lirang untuk diproses. Sedangkan untuk 10 orang ABK itu untuk sementara kami tahan di pos guna diambil keterangannya secara mendetail,” ujar Kurnaedi.

Catatan Moluken.com, selama bertugas di Maluku, Danrem 151 Binaya, Kodam XVI Pattimura, Kolonel TNI Inf. Asep Kurnaedi ini sudah beberapa kali mengukir prestasi yang gemilang. Dua di antaranya adalah menangkap langsung Bupati Kepulauan Aru, Theddy Tengko dan menangkap 95 imigran gelap asal Myanmardi MBD ini. Semua itu berjalan lancar berkat tangan dingin Danrem sehingga tidak terjadi perlawanan. Kedua proses penangkapan itu sangat didukung pula oleh masyarakat luas. Danrem Asep Kurnaedi ini pun patut diberikan apresiasi karena mampu mnejaga daerah teritorialnya. (Qin)