MALUKUnews, Ambon: Bupati Maluku Barat Daya (MBD) yang juga Balon Bupati Incumbent di Pilkada 2020, Benyamin Thomas Noach (BTN), sepertinya tak sepi dari pemberitaan. BTN terus digoyong atas dugaan kasus korupsi.

Salah satu tokoh masyarakat MBD, Kimdevits B. Marcus, SH atau yang biasa disapa Kim Markus, dengan berani menantang BTN. Ia nekat mengungkap dugaan kasus kurupsi BTN saat ia menjabat Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Kalwedo yang mengelola pelayaran KMP Marsela, yang saat ini terancam bangkrut. “ Parpol-parpol saya minta supaya jangan buru-buru memberikan rekomendasinya untuk BTN maju di Pilkada, karena BTN akan tesandung dugaan kasus,” ujar Kim Markus dalam pesan singkat via WhatsApp yang diterima Malukunews.co, Jumat (18/07).

Kim Markus mengatakan, BTN telah melakukan praktek dugaan korupsi yang dibuktikan dengan melakukan suap melalui dirinya. “ Beta siap dilaporkan ke polisi jika pihak BTN meraka keberatan. Saya ingin membeberkan langsung kasus BTN ini ke pihak berwajib,” tutur Kim Markus dalam rilisnya itu.

Lanjut Kim Markus, parpol-parpol yang yang hendak memberikan rekomendasinay kepada BTN sebaiknya mengecek dulu latar belakang BTN terkait dugaan kasus korupsi itu, sehingga parpol jangan menyesal dikemudian hari,” tegas Kim Markus.

“ Beta minta kepada Ibu Megawati, Ketum DPP PDIP, juga supaya tidak memberikan rekomendasi PDIP kepada BTN. Saya siap bersaksi atas kasus dugaan korupsi BTN, meskipun beta menjadi tumbal sekalipun,” ujar Kim Markus.

Sementara itu Bupati BTN yang dihubungi beberapa kali via ponselnya, namun tidak menerima panggilan masuk Malukunews.co. Nada panggilan handphone yang beberapa kali terhubung, namun ditolak (Mar)