MALUKUnews, Ambon: Bupati Maluku Barat Daya (MBD) yang juga Balon Bupati Incumbent di Pilkada 2020, Benyamin Thomas Noach (BTN), diduga terlibat kasus hukum terkait KMP. Marsela.

Keterlibatan BTN ini terkait posisinya saat itu sebagai Direktur BUMD PT. Kalwedo yang mengelola pelayaran KMP Marsela, yang saat ini terancam bangkrut.

KMP Marsela saat ini sementara doking di Dok Wayame dan tidak bisa membayar biaya doking. Hal ini disampikan Tokoh Masyarakat MBD, Kim Markus, dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Rabu (15/07).

Kim Markus juga mengatakan, PDIP yang sudah memberikan rekomendasinya kepada BTN untuk maju di Pilkada MBD 2020, diniali keliru, karena telah merekomnedasi orang yang bermasalah. “ PDIP Maluku mestinya mengikuti dahulu proses penyelidikan dan penyidikan terhadap BTN, sebelum memberikan informasi ke DPP. Sehingga DPP tidak gegabah untuk memberikan rekomendasinya, sehingga tidak terkesan PDIP mengusung orang bermasalah di Pilkada. Akibatnya PDIP harus menerima resiko masalah kasus hukum BTN,” ujar Kim Markus.

Lanjut Kim Markus, ia pun siap membeberkan rangkaian kejahatan BTN, dan juga siap memberikan informasi kepada pihak penegak hukum. “ Saya juga telah mengurai keterlibatan hukum BTN kepada seorang petinggi PDIP Maluku, termasuk menceritakan juga secara gamblang pihak-pihak yang terlibat,” ujar Kim Markus.

Sementara itu, Malukunews.co berusaha menghubungi BTN untuk konfirmasi, namun belum berhasil. (Qin)