MALUKUnews.co, Ambon: Dalam rangka percepatan pembangunan desa di wilayah Pulau Seram dan sekitarnya, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Masohi, sampai dengan tanggal 15 April 2021 ini, tercatat telah menyalurkan dana desa mencapai Rp. 39.472.001.920,00 atau sekitar 8,77% dari total pagu DIPA Dana Desa yang disalurkan melalui KPPN Masohi pada Tahun 2021 sebesar Rp450.007.859.000,00.

Penyaluran besaran dana desa tersebut terbagi untuk tiga kabupaten yang ada di Pulau Seram, yakni Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Rp.26.561.732.560,00, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Rp12.910.269.360,00, dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sampai 15 April 2021 belum ada pengajuan untuk pencairan dana desa.

Kepala KPPN Masohi, Muhammad Indarto, dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Kamis, (15/04), menjelaskan, dalam rangka untuk mendekatkan pelayanan kementerian keuangan kepada pemerintah daerah, penyaluran dilakukan dengan memperhatikan kinerja penyerapan anggaran, dan capaian output atas penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa periode sebelumnya.

Dengan melaksanakan penyaluran melalui KPPN di daerah, kata Indarto, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi koordinasi dan konsultasi antara pemerintah daerah dengan kementerian keuangan. “ Selain itu juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemantauan dan evaluasi serta analisis kinerja pelaksanaan anggaran pusat dan daerah,” ujar Indarto.

“Seiring upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat, perekonomian nasional terus melanjutkan perbaikan. Beberapa indikator ekonomi menunjukkan perbaikan di tengah akselerasi program vaksinasi yang semakin meluas perlu juga mempercepat penyaluran dana desa sehingga konsumsi masyarakat pada level bawah dapat meningkat,” jelasnya.

Indarto berharap, melalui penyaluran dana desa pada APBN 2021 yang disalurkan melalui KPPN Masohi, pemerintah terus berusaha untuk melakukan pencegahan dan penanganan akibat dampak pandemi ini. Yakni melalui berbagai program, di antaranya pelaksanaan vaksinasi yang terus menunjukkan perkembangan positif. APBN 2021 menjadi tonggak untuk menyeimbangkan berbagai tujuan, yaitu mendukung kelanjutan penanganan pandemi, mendorong pemulihan ekonomi serta mengkonsolidasikan fiskal.

“Dana desa pada APBN 2021 melalui upaya reformasi strukturalnya akan meletakkan pondasi perekonomian yang kokoh, kompetitif, produktif, dan inovatif dalam mewujudkan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju, khususnya di kabupaten-kabupaten yang ada di Pulau Seram,” beber Indarto.

Indarto juga menyampaikan APBN 2021 masih menjadi penggerak utama perekonomian di masa pandemi Covid-19. Dengan percepatan penyaluran dana desa pada tahun 2021 diharapkan dapat mendorong konsumsi masyarakat di skala mikro pada tingkat bawah sehingga Program Pemulihan Ekonomi secara nasional dapat berlangsung dengan baik.

Terakhir dalam pesannya, Indarto mengharapkan kecepatan pemerintah daerah dalam pengajuan dan kelengkapan persyaratan pencairan dana desa, sehingga dapat menjadi kunci dalam percepatan penyaluran dana desa di Pulau Seram dan sekitarnya, yang meliputi Malteng, SBT dan SBB. (Mar)