MALUKUnews, Ambon: Aktivitas perekonimian warga tiga kabupaten di Pulau Seram, Maluku, sejak enam bulan terakhir ini masih terganggu.

Terganggunya jalur perekonomian ini, karena jembatan penghungung Waekaka yang ambruk enam bulan lalu itu, hingga kini belum juga diperbaiki pemeirntah.

Warga pun mengeluh, jembatan milik kantor Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional IX Maluku, hingga kini tak bisa dilewati kendaraan, baik roda empat maupun dua.

Tiga kabupaten di Pulau Seram itu adalah, Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah (Malteng) dan Seram Bagian Timur (SBT). Seorang warga menuturkan, rusaknya jembatan Waekaka ini berdampak pula atas tingginya biaya transportasi serta harga sembako di Pulau Seram. Alasannya, karena pasokan barang dari pulau Ambon terngganggu. “ Apalagi saat menjelang Natal dan Tahun Baru ini,“ ucap salah satu pengguna jalan, Yudi Mirahadi kepada Malukunews, Senin (16/12).

Kata Mirahadi, sebagian kendaraan bisa melintas, namun harus berani menerobos derasnya sungai Waekaka. Sementara kebanyakan kendaraan tidak berani melintas sungai itu, karena resikonya cukup tinggi. Mereka hanya menyalin penumpangnya bersama barang bawaaanya kepada kendaraan lain yang berada di seberang.

Warga di tiga Kabupaten di Pulau Seram itu berharap, pemerintah segera memperbaiki jembatan penghubung itu, agar akses warga tidak lagi terganggu.

Untuk diketahui, jembatan Waikaka ini ambruk sejak 6 juni 2019 lalu. Jembatan ini ambruk akibat diterjang banjir akibat hujan besar saat itu. (Tiar)