MALUKUnews.co, Ambon: Gelombang pengungsi di Kecamatan Tehoru dan Teluti terus terjadi, pasca gempa magnitude 6,1 yang terjadi di wilayah itu, Rabu (16/06), kemarin.

Para pengungsi itu, kini berada di hutan-hutan maupun di lokasi perbukitan. Hal ini dilakukan, karena selain rumahnya yang rusak, juga karena mereka takut terjadi gempa susulan yang disertai tsunami.

Informasi yang diperoleh Malukunews.co, menyebutkan, para pengungsi yang diperkirakan ribuan orang itu, saat ini sangat membutuhkan bantuan berupa tenda, sarung, sembako/makanan siap saji, maupun obat-obatan.

Danrem 151/Bimaiya, Brigjen TNI. Arnold Ritiauw, mengatakan, ia juga sudah perintahkan Dandim di Masohi untuk segera berkoordinasi dengan pihak Pemda Maluku Tengah untuk kebutuhan para pengungsi. “ Saya sudah perintahkan Dandim koordiansi agar bantuan yang dibutuhkan pengungsi itu bisa segera terkirim,” ujar Ritiauw yang disampaikan via WAG Malukunews.co, Kamis (17/06).

Berikut ini data sementara jumlah pengungsi di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Tehoru dan Teluti yang dihimpun Malukunews.co dari berbagai sumber:

A. Negeri Yaputih:

  1. Lansia 63 orang
  2. Balita 85 orang
  3. Bayi 55 orang
  4. Ibu Hamil 12 orang.

B. Negeri Tehoru

  1. Bayi 9 orang
  2. Balita 128
  3. Anak-anak 287 orang
  4. Dewasa 503 orang
  5. Lansia 103

C. Post Aliyah

1 Bayi 9 orang 2. Anak-anak 75 orang 3. Dewasa 50 orang 4. Lansia 17 orang

D. Pos Anggur Merah

  1. Dewasa 33 orang
  2. Balita 5 orang
  3. Lansia 9 orang

E. Post Opa Gank

  1. Lansia 21 orang
  2. Anak-anak 64 orang
  3. Balita 30 orang
  4. Dewasa 147 orang

F. Post Wawalata

  1. Balita 59 orang
  2. Anak-anak 108 orang
  3. Dewasa 198 orang
  4. Lansia 41 orang

G. Post Talaka

  1. Balita 34 orang
  2. Lansia 15 orang
  3. Dewasa 75 orang
  4. Anak-anak 40 orang

(Mar)