MALUKUnews, Ambon: Seorang facebooker dari Maluku Tengah, dengan nama akun, Abdul M Ipaenin, menulis surat terbuka kepada Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, SH.

Surat terbuka ini ditulis di laman facebooknya resminya “Abdul M. Ipaenin” yang unggah, Rabu, kemarin, pukul 09.37 WIT.

Inntinya, dalam surat terbuka ini, ia sampaikan berbagai persoalan yang terjadi di Malteng akhir-akhir ini.

Berikut ini adalah isi surat terbuka itu, yang dipublikasikan Malukunews.co, secara lengkap:

Dear Pemimpin PAMAHANUNUSA

Surat Terbuka dari Beta Abdul Mikat Ipaenin

Kepada Yth. BAPAK BUPATI MALUKU TENGAH H. ABUA TUASIKAL, SH

Assalamualaikum Wr.Wb. Atas Rahmat Tuhan yang Maha Esa, Beta sampaikan kepada Bapak, Mendahului dengan harapan dan doa semoga Bapak dan kelurga serta seluruh warga Maluku Tengah senantiasa dalam lindungan dan kasih Allah SWT. Tuhan yang Maha Kuasa.

Berjalannya waktu berkehidupan, berketuhanan, dan berkeadilan. Sungguh berharap Maluku Tengah dengan teritorial litas Pulau Seram, Banda, Lease, dan Ambon ini tampil sebagai miniatur Maluku dalam Bingkai falsafah hidup MASOHI, dengan keberagaman manusianya, dapat rukun, aman, dan damai, serta mewujudkan kesejahteraan Rakyatnya.

Bukan sekedar narasi, melainkan fakta atas Kab. Maluku Tengah dengan potensi SDA dan SDM, tetapi pada sisi yang lain, kita Maluku Tegah harus menerima pil pahit dengan bertengger pada urutan Ke-2 daftar Kabupaten Tertinggal di Maluku.

Apa sumber masalahnya.? mungkin bagi saya karena rentang kendali atas terlalu luasnya wilayah Maluku Tengah. Semisal Seram Utara, dengan luas wilayah panjang pesisir, darat dan pegunungan, jumlah Negeri/Desa dan Dusun yang ditotal mencapai Ratusan, dengan cakupan 4 kecamatan dan 5 Wakil Rakyat (DPRD) di Maluku Tengah yang bagi kami adalah gambaran yang sungguh mustahil dapat meningkatkan taraf hidup dan pelayanan yang cukup untuk peran Pemerintah selama ini, tegasnya seperti melukis di atas Air.

Belum lagi rangkaian masalah dan derita pahit peristiwa tangis yang terjadi di wilayah kami baik kematian bayi, bencana kelaparan yang merenggut nyawa, Stunting (Gizi buruk), akses trasportasi berbiyaya tinggi ke pusat pemerintahan, akses telekomunikasi, perlindungan hukum dll masalah yang tidak dapat diulas dari kesekian masalah yang ada. Sungguh gambaran pilu menggerogoti kami diatas pangkuan Pulau Ibu, namun apalah daya, jalan hidupan harus dijalani, sekalipun menangis nurani ini diatas harta yang turut kami sumbangkan ke Ibu Pertiwi.

Maka demikian, izinkan saya dengan penuh harapan mewakili masyarakat Serut Raya, menyapa Bapak secara arif dapat melepaskan kami dari derita ini, agar kiranya kami tidak dihantui ketakutan, teror, pesimis, tangisan, bahkan amarah dan cacian terhadap kondisi kami, masa depan kami, bahkan terhadap Negara dan pemimpin-pemimpin kami. Dengan besar hati dan pikiran kami dapat terlibat langsung membangun dan menjaga Negeri dan Rakyat MALUKU yang sama-sama kita cintai ini untuk INDONESIA.

Bersimpuh Hati dan meleleh Air Mata kami, sekiranya Bapak turut serta menyetujui dan mendorong Pemekaran dan Pemenuhan syarat Kec. Seram Utara Teluk Dalam, adalah merupakan karya paling berharga, paling berkemanusiaan, dan berkeadilan menembus relung Jiwa Nurani kami, sebagai pengharapan, atas adanya kami untuk turut mengabdi dari PULAU IBU, MALUKU UNTUK INDONESIA, Sampai Akhir Menutup Mata. (***)