MALUKUnews, Ambon: Kampus Universitas Darussalam (Unidar) di Tulehu, mulai bergerak menyiapkan semua dokument terkait rencana menegerikan kampus itu. Gerak cepat ini dilakukan pihak kampus, guna menjawab peryataan Presiden Jokowi yang mau menegerikan kampus yang telah menampung ribuan orang pengungsi korban gempa itu.

Dekan Fisip Unidar, Zulfiqar M.A. Lestaluhu, saat dihubungi Malukunews.co, Kamis (31/10), via ponselnya, mengatakan, tim Unidar sudah terbentuk guna meresponi keinginan Presiden Jokowi itu. Seluruh dokument akan segera disiapkan oleh tim yang sudah terbentuk itu. “ Tunggu saja ya, tim kami sedang bekerja,” ujar Lestaluhu.

Lanjut Lestaluhu, tim yang terbentuk itu sudah dibage tugasnya masing-masing. Ada tim kecil yang tugasnya untuk menyiapkan dokument. Ada juga tim akselarasi yang akan berhubungan dengan birokrat, karena terkait dengan rekomendasi dari gubernur dan bupati dan segala macamnya.

Ada juga tim keliling, yang tugasnya untuk mengkomunikasikan dengan pihak-pihak luar. “ Katong patokan itu percontohan salah satu perguruan tinggi Sulawesi Tenggara, yang kasus penegeriannya hampir sama dengan katong disini. Kampusnya saat ini sudah resmi menjadi negeri dan bahkan sudah beroprasi pula. Acuan katong kesana,” ujar Lestaluhu penuh yakin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengatakan, akan segera menegerikan kampus Unidar di Tulehu ini. Penyataan Jokowi ini disampikan saat melakukan dialog dengan masyarakat di halaman kampus Unidar di Tulehu, Selasa (29/10) lalu.

Jokowi pun minta kepada pihak kampus supaya segera memasukan berkas terkait proses menegerian kampus Unidar Tulehu ini. “ Tolong nanti berkasnya dimasukan untuk ditindaklanjuti,” ujar Jokowi saat itu. (Qin)