MALUKUnews.co, Banda: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rebublik Indinesia Bahlil Lahadalia, mengajak mahasiwa Sekolah Tinggi Perikanan dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STP dan STKIP) Hatta Sahrir-Banda Naira, Kabupaten Maluku Tenggah, Provinsi Maluku, berfikir untuk menjadi Entrepreneurship. Pasalnya, menjadi seorang pengusaha bukanlah hal yang mustahil. (Klik vidionya disini: https://www.youtube.com/watch?v=kKaxx2s3t5g

“Kalau cita-citamu ingin jadi PNS mendingan berhenti saja kuliah,” ujar pejabat setingkat menteri itu, kepada mahasiswa saat memberikan kuliah umum di kampus tersebut, Kamis ( 01/04), sore.

Menurut mantan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2015-2019 itu, bahwa saat ini terdapat tujuh juta pengangguran di rebublik ini, 2,9 juta angkatan kerja yang siap menerima lapangan pekerjaan, dan terdapat 6 juta karyawan kita yang kena PHK akibat Covid-19, kemudian ada 16 juta orang Indonesia butuh lapangan pekerjaan.

Lanjut Bahlil, kalau kemudian perguruan tinggi Banda ini, juga berfikir untuk menciptakan pengangguran-penganguran itelektual baru, maka kampus ini menjadi beban terhadap negara. Solusinya adalah mulai sekarang mahasiswa berfikir menjadi entrepreneurship, menjadi pengusaha, memberikan lowongan pekerjaan kepada orang, bukan melamar pekerjaan.

Seorang mahasiswa yang hebat itu, kata Bahlil bagaimana ia mampu menpengaruhi pikiran orang lain untuk mengikuti pikirannya, bukan mengikuti pikiran orang lain untuk menipu.

Lebih lanjut Bahlil menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional sumbangsi terbesarnya adalah 60% konsumsi. Kalau bicara konsumsi itu bicara daya beli masyarakat, bicara kepastian pendapatan, dan bicara lapangan pekerjaan. Dan tidak mungkin semua mahasiswa lulusan S1 jadi ASN. Karena itu, berfikir untuk menjadi pengusaha lalu buka lapangan pekerjaan. “Modal itu sekarang adalah cara berfikir, bangun ide, bikin jaringan, dan cari investor, itu baru hebat,” ujar Bahlil.

Putra Banda itu berpesan kepada mahasiswa, untuk tidak minder bersekolah di kampus ini (STKIP dan STP Hatta-Sjarir), karena perguruan tinggi tidak pernah menjamin kualitas seorang mahasiswa. Yang menjamin kualitas mahasiswa itu adalah mahasiswa sendiri.

Untuk memotivasi mahasiswa, ia lalu mencontohkan dirinya yang dulu kuliah di salah satu kampus swasta di Jayapura, yang boleh dibilang tidak terkenal. “ Tetapi, kini saya bisa membawahi deputi-deputi yang lulusannya adalah dari kampus ternama di luar negeri,” ujar Bahlil.(Kasman)

Tonton vidionya lengkap di MALUKUNEWS TV. Klik saja disini: https://www.youtube.com/watch?v=kKaxx2s3t5g