MALUKUnews, Ambon: Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Abdullah Asis Sangkala, mengatakan, pegelaran seni dan budaya masyarakat Negeri Larike, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah Malteng) perlu dilestarikan. Penegasan Sangkala ini disampikan saat memberikan sambutan pada acara pegelaran seni dan budaya di Negeri Larike, Sabtu (18/01), akhir pekan kemarin.

Pegelaran seni dan budaya itu menampilkan seperti, hadarat, tarian sawat, pencak silat, tarian adat Larike, tarian adat Buton dan bambu gila.

Kata Sangkala, pemerintah daerah, khususnya dinas pariwisata, harus melihat dan mengembangkan pariwisata yang ada di Negeri Larike. Banyak potensi wisata disini perlu dikembangkan, mulai dari wisata Morea hingga wisata budaya.

“ Saya berharap pegeleran seni dan budaya seperti ini bisa dijadikan agenda tahunan. Saya berjanji akan memfasilitasi sanggar Haharike yang ada di Larike ini supaya bisa dibantu melalui APBD. Dengan tujuan supaya kagiatan seperti ini di tahun-tahun mendatang bisa lebih baik lagi,” ujar Sangkala yang juga adalah Ketua DPW PKS Maluku ini.

Pegelaran seni dan budaya ini juga dihadiri Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku yang diwakili Ibu Nurlette dan Camat Leihitu Barat dan Pjs Negeri Larike.

Ketua Sanggar Haharike, Tuny Laisouw, dalam kesempatan itu, mengatakan, sanggar Haharike sudah berumur 7 tahun, namun belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Padahal pada dua tahun terakhir, 2018 dan 2019, sanggar ini telah meraih juara 1 lomba hadarat dalam rangka acara 1 Muharram yang dilaksanakan di Kota Ambon. “ Sampai saat ini kami belum diperhatikan pemerintah daerah,” ujar Ketua Sanggar Haharika. (Qin)