MALUKUnews.co, Ambon: Terkait peristiwa gempa Maluku Tengah magnitudo 6,0 yang terjadi pada 16 Juni 2021 lalu, yang disusul terjadinya tsunami kecil dan lokal, yang diduga akibat longsoran bawah laut, merupakan dampak tidak langsung dari gempa.

Terkait hal tersebut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ambon menyatakan beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, sampai dengan hari Sabtu, 19 Juni 2021 pukul 07.43.08 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi gempa susulan sebanyak 27 kali, dengan magnitudo berkisar antara 1,9 dan 3,8.

Kedua, mengingat magnitudo gempa susulan yang terjadi kekuatannya relatif kecil dengan aktivitas yang semakin jarang/menurun. Maka kepada sebagian warga Maluku Tengah yang saat ini sedang mengungsi, dihimbau untuk kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasa.

Ketiga, BMKG terus melakukan monitoring dan selalu mengupdate perkembangan gempa gempa susulan dan menginformasikan kepada masyarakat.

Empat, masyarakat dihimbau agar tidak terpengaruh dengan berita bohong (hoax) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Demikian isi himbauan yang disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Herlambang Hudha, dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Sabtu (19/06). (Qin)