MALUKUnews, Ambon: Prosesi acara pemasangan tiang pertama pembangunan makam ulama, Datu Maulana di Negeri Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, berlangsung hikmat, Rabu (08/01), siang.

Prosesi ritual ini dihadiri seluruh Raja-Rajah di Negeri Negeri Hatuhaha, seperti Negeri Rohomoni, Kabauw, Pelauw dan Hulaliu. Bahkan juga hadir utusan dari Negeri Tihulale di Seram Bagian Barat, Maluku.

Hadir pula Kakanwil Kemenag Maluku, yang diwakili Kepala KTU, Jamaludin Zainudin. Dalam sambutannya pada acara itu, Zainudin menekankan, bahwa momentum pemasangan tiang pertama pembangunan Makam Karomah Datu Maulana ini dapat menjadi momentum pemersatu antara anak Negeri Hatuhaha.

Lanjut Zainudin, Negeri Kailolo ini memiliki sejarah Islam yang terhubung langsung dengan Ahlulbait. Makam Datuk Maulana ini adalah salah satu buktinya. “ Olehnya itu diharapkan, masyarakat Kailolo dapat mengembalikan atau bisa meneruskan semangat perjuangan Ulama Datu Maulana dalam siar Islam di muka bumi ini,” ucap Zainudin dalam sambutannya itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Abdullah Asis Sangkala, yang juga hadir dalam prosesi pemasangan tiang pertama makam ini, mengatakan, ia sangat mengapresiasi kemauan dan semangat masyarakat Negeri Kailolo dalam menghargai ulama. “ Membangun makam ulama Datu Maulana ini adalah salah satu buktinya,” ujar Sangkala.

Sangkala pun mendorong, supaya acara yang punya nilai religi ini bisa dilirik dinas pariwisata. Yakni, Negeri Kailolo khususnya, dan Hatuhaha umunya bisa dijadikan sebagai kawasan wisata religi, sehingga bisa membawa dampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah itu. (Qin)