MALUKUnews, Ambon: Sekitar puluhan orang pendukung dan simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS) melakukan pawai dengan membawa bendera benang raja tepat di hari ulang tahun RMS yang jatuh pada tanggal 25 April hari ini, Sabtu (25/04).

Pawai para pendukung dan simpatisan RMS ini diperoleh Malukunews.co dari laman akun facebook bernama Marcya Tuanakotta. Marcya saat itu melakukan live via facebooknya sekitar pukul 10:00 WIT.

Vidio yang berdurasi satu menit itu, terlihat sekelompok anak-anak muda ini melakukan pawai dengan membawa atribut bendera RMS dan meneriakan yel-yel mena muria serta hidup RMS.

Dalam video itu juga terlihat, pawai tersebut dilakukan disuatu perkampungan yang dimotori oleh anak-anak muda. Mereka pawai dengan berkeliling kampung.

Untuk diketahui, RMS ini merupakan salah satu organisasi terlarang di Indonesia, karena ingin memisahkan diri dari NKRI.

Malukunews.co berusaha mengkonfirmasi kebenaran video ini ke pihak Polda Maluku, dengan menghubungi Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Mohamad Rum Ohoirat via ponselnya, Sabtu, siang.

Kabid Humas Polda Maluku itu membenarkan video tersebut. Menurutnya peristiwa pawai tersebut terjadi di Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Pawai dalam rangka HUT RMS itu hanya dilakukan oleh sekelompok anak muda saja. “ Sebagian besar masyarakat Aboru juga tidak setuju dan menolak pawai itu. Bahkan kepala desa atau bapak raja Aboru tidak setuju dan sudah melarang,” ujar Kabid Humas Ohoirat.

Lanjut Ohoirat, saat ini pihak Polsek Haruku dan Danramil setempat sedang melakukan koordinasi untuk menangani persoalan disana. “ Nanti kita tunggu hasil koordinasinya seperi apa baru kita informaiskan lagi,” ujar Ohoirat. (Tim)