MALUKUnews.co, Ambon: Masyarakat di Kecamatan Tehoru dan Teluti, Maluku Tengah, Rabu (16/06), malam, mengungsi dan mengiap di hutan kedua wilayah itu. Kondisi ini terjadi akibat gempa magnitude 6,1 dan tsunami kecil yang terjadi di wilayah itu pada, Rabu, kemarin.

Informasi yan diperoleh Malukunews.co, Kamis (17/06), menyebutkan, sebagian besar masyarakat di kedua wilayah itu, kini masih bertahan di hutan atau di lokasi yang lebih tinggi. Mereka menginap dengan hanya membuat tenda seadanya. “ Kami sangat kedinginan tidur di alam bebas seperti ini. Sebagian dari kami tidur hanya dengan beralas daun. Kami mohon perhatian pemerintah,” ujar salah satu pengungsi seperti yang terlihat dalam video yang diterima Malukunews.co. [Klik vidionya disni: https://www.youtube.com/watch?v=hDndtfAXn6s

Sementaar itu, Malaka Yaluhun dari Keluarga Besar Ikatan Keluarga Tehoru-Teluti (PB-IKATT) di Ambon, melalui rilisnya yang diterima Malukunews.co, Kamis (17/06), pagi, mendesak supaya pemerintah daerah Maluku Tengah maupun provinsi, supaya segera bergerak membantu masyarakat Tehoru-Teluti yang saat ini sedang membutuhkan bantuan.

Kata Malaka, berdasarkan laporan dari lapangan akibat gempa yang terjadi, Rabu kemarin itu, telah terjadi kerusakan yang cukup parah pada rumah-rumah penduduk di dua Kecamatan itu. Bahkan warga saat ini mengungsi di daerah-daerah perbukitan. “ Kami berharap pemerintah daerah segera melakukan tanggap darurat. Masyarakat sangat membutuhkan segera,” tegas Malaka.

Tanggap darurat itu, lanjut Malaka, merupa bantuan tenda, sembako/ makanan siap saji, selimut, air bersih, obat-obatan dan makanan bayi sebagai upaya pertolongan pertama ke pengungsian. “ Kami berharap supaya tanggap darurat ini segera dilakukan pemerintah,” harap Malaka. (Qin)

Tonton Vidionya di MALUKUNEWS TV. Klik saja disisi: https://www.youtube.com/watch?v=hDndtfAXn6s