MALUKUnews, Ambon: Masyarakat Negeri Aboru, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, hingga kini masih mengungsi di hutun pasca gempa yang terjadi, Kamis (26/09), lalu.

Sebagian besar masyarakat Negeri Aboru ini masih tinggal di hutan atau di dataran yang lebih tinggi, dengan mendirikan tenda-tenda. Sebagian dari mereka mengungsi karena rumahnya yang sudah hancur, juga karena menghidar dari informasi adanya tsunami.

Salah satu tokoh masyarakat Negeri Aboru, Jhon Mual, yang mengirim pesan singkatnya via WAG Malukunews.co, Senin (30/09), menyebutkan, sebanyak 1000 -1300 orang warga Negeri Aboru yang mengungsi di hutan itu, hingga kini belum juga tersentuh bantuan dari Pemda Provinsi maupun Maluku Tengah.

Para pengungsi ini sangat membutuhkan bahan makanan, obat-obatan, tikar dan terpal. Mereka belum bisa kembali ke kampung, karena masih trauma dengan peristiwa gempa itu.

“ Lapor pak Gubernur, Lapor Bupati Malteng, tolong masyarakat kami jua, mereka sangat membutuhkan bantuan,” ujar Mual dalam pesan singkatnya ke WAG Malukunews.co, yang disertai dengan foto kondisi para pengungsi Aboru itu. (Qin)