MALUKUnews, Ambon: Pembanguan ibukota provinsi Maluku di Makariki, Kabupaten Maluku Tengah membutuhkan waktu paling lambat 10 tahun. Ini mulai terhitung sejak pencanangan oleh Mantan Gubernur Karel Albert Ralahalu pada 14 September 2013 lalu.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Provinsi Maluku, Anthonius Sihaloho kepada wartawan, Kamis (19/09), mengatakan, perencanaan merupakan langkah selanjutnya dengan Rencana Detil Tata Ruang (RTDL) yang dianggarakan dalam usulan anggaran tahun 2014.

"Jadi lokasi Makariki akan dibuat peta tata ruang wilayah yang didalamnya terdapat lokasi pemerintahan, terminal, lapangan terbang yang dibuat dalam tata ruang sistem drainase," ujar Sihaloho

Lanjutnya, pada tahun 2015 nanti akan dilakukan detil inernerling desain dalam hal ini kantor Gubernur, DPRD, SKPD serta fasilitas umum seperti kesehatan serta stadion olahraga yang dilakukan sampai tahun 2017. Kemudian pada tahun 2018 dilakukan perencanaan lanjutan hingga tahun 2023.

Pada tahun 2020 direncanakan akan dilakukan pembangunan perumahan PNS. Dari semua yang direncanakan akan selesai 2024. Semua rencana itu, kata Sihaloho, didukung dengan anggaran yang cukup. "Untuk perencanaan ini kami sudah melakukan kerjasama dengan ITB yang dilakukan oleh Mantan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu dengan Rektor ITB," ungkapnya.

Selanjutnya, untuk sungai-sungai yang ada di Makariki dan sekitarnya nantinya akan dilakukan normalisasi, serta waduk guna mengantisipasi terjadinya bencana banjir. Waduk tersebut nantinya akan dingunakan sebagai tempat olahraga dayung. Tak hanya itu juga bisa dipakai sebagai tempat rekreasi.(SHELA)