MALUKUnews, Ambon: Anggota Kepolisian dan TNI di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, berhasil mengamankan tiga orang warga yang mengaku dari Jakarta dan mengatasnamakan anggota KPK dan Wartawan.

Tiga orang tersebut ditangkap pada Kamis (07/11), malam, di penginapan Grand Kobi, Kecamatan Seram Utara. Ketiganya ditangkap lantaran kedapatan memeras Niko Boiratan, Kepala Desa Manaeo Atas, di pegunguna Pulau Seram.

Ketiga orang yang dibekuk itu usai menerima uang senilai 10 juta rupiah dari Sekretaris Desa Maneo Atas, Melkianus Boiratan dan Kaur Pemerintahan Ronal Boiratan.

Ketiga orang itu berinisial JT dan JSP mengaku sebagai lembaga pemantau penyelenggara negara RI, sedangkan satu lagi berinisial I, mengaku sebagai wartawan. Saat diperiksa, ketiganya tidak bisa menunjukan identitas resmi dari KPK maupun dari wartawan. Mereka juga tidak memiliki KTP saat diinterogasi petugas.

Penangkapan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Wahai, AKP Denni Sandera dan Danramil Wahai Kapten CBA La Ode Maaruf. Penangkapan dilakukan setelah adanya laporan terkait dugaan pemerasan ketiganya terhadap kepala desa yang berada di pengunungan pulau seram itu, dengan modus penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD).

" Bahwa benar tepat pukul 13.00 WIT tepatnya di rumah singgah Desa Maneo Atas, ada tiga orang yang mengatasnamakan Tim dari KPK dan Wartawan melakukan pemeriksaan terhadap kami terkait berkas ADD dari tahun 2015 sampai 2018. Dan kami telah menyerahkan uang tunai senilain 10 juta rupiah kepada mereka pada Kamis malam di hotel Grand Kobi, kamar 103," ucap Kepala Desa Maneo Atas bercerita.

Selain mengaku dari wartawan dan KPK, ketiganya juga sempat mengaku sebagai intel yang telah mengantongi izin dari Kapolsek dan Dandim. Mereka mengaku ditugaskan khusus untuk menyelidiki penyalahgunaan ADD di desa tersebut. "bahwa benar mereka mengatasnakan dari KPK dan Wartawan, bahkan ngakunya dari intel,memiliki surat ijin dari kepolres dan Dandim, mereka menakut-nakutin kami dengan melihat berkas berkas desa kami yang terkait dengan ADD dan melakukan beberapa pertanyaan" ucap Melkianus Boiratan, sekertaris Desa Maneo Atas.

Melkianus menambahkan saat beraksi, ketiganya melontarkan sejumlah pertanyaan kepada kepala desa dan sekretaris, di antaranya terkaiti jumlah rumah layak huni yang sudah di bangun, pemberdayaan di bidang peternakan sapi, terkait jumlah kandang yang sudah terealisasi hingga ancaman mencopot kepala desa lantaran mengangkat anaknya sendiri sebagai bendahara sehingga kepala desa menjadi ketakutan. (Red)