MALUKUnews, Ambon: Perusahaan ikan milik CV Nelayan Makmur yang beroperasi di perkampungan antara Desa Mangon dan Desa Fiditan Kecamatan Dulah Utara, Kota Tual keberadaannya meresahkan warga setempat.

Warga mengeluhkan aroma tak sedap dari limbah perusahaan. Selain menimbulkan bau yang menyengat aktifitas perusahaan juga kehadirannya memberi dampak buruk terhadap lingkungan kedua desa itu.

Amrin Renuat, warga Desa Mangon mengaku resah atas limbah yang ditimbulkan dari perusahaan ikan itu, ia mengaku jarak rumahnya yang berdekatan dengan perusahaan membuatnya tak tahan menahan aroma menyengat dan menyesakan itu.

“ Kami warga di kampung resah dengan bauh limbah perusahaan ini, baunya menyengat sekali sampai katong seng tahang lai, ambil nafas sah susah, “ ujar Renuat dengan dialeg Ambonnya saat berbincang dengan Malukunews.co, Selasa (04/09) sore.

Akibat bau yang menyengat itu kata Renuat tak sedikit dari warga di desanya mengalami gangguan pernapasan, “ Sampai banyak yang kena sesak napas, “ terangnya lagi.

Renuat mengatakan, akibat limbah yang dihasilkan dari aktifitas perusahaan itu seorang bocah berusia 7 tahun, Amelia Dahrianto mangalami sesak nafas dampak dari limbah perusahaan itu. Terlebih karena ia sering bermain di sekitar lokasi.

Orang tua Amerlia berharap agar pemerintah daerah dapat melihat persoalan ini dengan mengevaluasi sisitem pengolahan limbah perusahaan tersebut, bila perlu ada tindakan merelokasi perusahan karena sudah menimbulkan rasa ketidaknyamanan warga. (Husin)