MALUKUnews, Ambon: Bupati Maluku Tenggara (Malra), M. Thaher Hanubun mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara ke objek wisata yang ada di Kabupaten Malra turun drastis hampir capai 100 persen. Hal ini akibat dampak dari pandemi Covis-19.

Hanubun mengatakan, sektor industri pariwisata adalah sektor yang paling terdampak sejak pandemi Covis-19 terjadi. Sejumlah rencana pembangunan yang menjadi program strategis baru akan dilanjutkan pada tahun 2021 mendatang.

"Kesempatan ini digunakan untuk memperbaiki sarana prasarana penunjang pariwisata, seperti di tempat wisata pasir panjang. Pemda akan membantu masyarakat di Ohio untuk membuat jalan, agar ketika pandemi ini selesai, semua fasilitas sudah bisa digunakan," ujara Hanubun kepada wartawan di Lobby Kantor Gubernur Maluku, Kamis (26/11).

Hanubun juga mengatakan, untuk wisatawan lokal tetap ramai dan berjalan berjalan seperti biasa, terutama juga pada hari libur. Saat ini, kara Hanubun, tempat wisata di Maluku Tenggara juga sudah dibuka seperti wisata pantai dan hotel. “Semuanya sudah kami buka,” ujar Bupati Hanubun.

"Selaku pimpinan daerah, saya bangga atas perilaku masyarakat Malra yang sangat tertib menjalankan protokol kesehatan dengan baik," kata Hanubun bangga. (Nona)