MALUKUnews, Ambon: Rencana pemindahan tempat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke - X Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Maluku Tenggara (DPD Golkar Malra) dari Langgur ke Kota Ambon ditolak sebelas (11) Pengurus Kecamatan (PK) di wilayah tersebut.

Hal ini sesuai dengan pernyataan sikap yang ditandatangani oleh 11 PK Malra dan dibacakan oleh Ketua Pengurus Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan Malra, Rohani Madubun, di Kantor DPD II Golkar Malra, Jumat (02/10), kemarin.

Informasi yang diterima Malukunews.co, Sabtu (03/10), terkait rencana pelaksanaan Musda X DPD Golkar Malra di Kota Ambon itu akan dilaksanakan pada tanggal 3-5 Oktober 2020 di Ambon.

"Pernyataan sikap kami di antaranya, pemindahan lokasi pelaksanaan Musda X Golkar Malra ke Kota Ambon oleh tim caretaker DPD Golkar Malra tidak memiliki alasan yang mendasar karena belum adanya pelaksanaan Musda di Malra. Pelaksanaan Musda X Golkar Malra ke Kota Ambon sangat tendensius kepada calon tertentu," ujar Ketua Pengurus Kecamatan Partai Golkar Kei Kecil Timur Selatan, Rohani Madubun, saat membacakan pernyataan sikap bersama itu.

Menurutnya, kinerja tim Careteker dalam melaksanakan Musda X Golkar Malra sangat merusak citra Golkar, dengan menghalalkan segala cara untuk kepentingan calon tertentu dan hal ini menjadi preseden buruk bagi kepengurusan DPD Golkar Provinsi Maluku massa bakti 2020-2025.

"Kami menolak dengan keras dan tegas pelaksanaan Musda X Golkar Malra di Ambon. Olehnya itu, kami mohon kepada Ketua Umum (Ketum)Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua DPD Golkar Provinsi Maluku Ramly Umasugi untuk membatalkan seluruh pendaftaran dan pelaksanaan Musda X Partai Golkar Malra di Ambon, dan memutuskan agar Musda X tetap dilaksanakan di Langgur, Ibu Kota Kabupaten Malra," pinta Rohani mewakili rekan-rekannya. (Mar)