MALUKUnews, Ambon: Sekelompok Pemuda Maluku Tenggara (Malra) yang tergabung dalam gerakan Forum Penyambung Lida Rakyat ( FPLRM) Maluku, mengelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tingi Maluku (Kejati), Kamis (11/02) siang.

Dalam aksinya, para pendemo ini menuntut dan meminta kepada Kejati Maluku agar secepatnya melakukan penyelidikan terhadap Bupati Maluku Tengarah (Malra), Drs, Hi. Muhamad Thaher Hanubun, dan istrinya serta oknum-oknum lainya terkait digaan kasus korupsi.

" Bupati Thaher Hanubun terlibat proyek jalan lintas trans Key Besar dan angaran Covid-19 yang diduga ada penyelewengan anggaran atau tindak pidana korupsi. Olehnya itu, Kejati Maluku harus serius dan profesional dalam menuntas kasus ini," ujar Korlap aksi, Jumri Rahantoknam.

Para pendemo dalam aksinya, menuding Bupati Hanubun telah melakukan penyelewengan anggaran. Alasannya sudah ada Angaran Pendapatan Belanja Negera (APBN) sebesar Rp. 59 miliar untuk penanganan Covid-19, namun, ia masih juga memungut biaya dari pemerintah desa sebesar Rp. 30 juta. “ Tiga puluh juta itu untuk apa lagi,” teriak para pendemo saat aksi itu.

" Ada juga anggaran Rp. 5 milyar untuk beli masker, sementara masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara saja tidak mendapat kebagian masker secara merata,” ujar para pendemo mempertayakan. (Hasrat)