MALUKUnews, Ambon: Ancaman Pergantian Antar Waktu (PAW) yang dilontarkan Hamzah Sangadji, Paulus Mantulameten, Darma Uratmangun versi golkar Agung Laksono, kepada Richard Rahakbauw, wakil ketua DPRD Maluku angkat bicara.

Menurut Rahakbauw, pernyataan yang dilontarkan oleh ketiga senior itu sangat tendisius, tidak mempunyai etika dan moral. Dimana pernyataan ini tentunya akan menimbulkan perpecahan di partai berlambang pohon beringin ini. "Selaku pribadi, saya sangat kecewa dan marah dengan apa yang dikatakan oleh ketiga senior. Apa yang dilakukan oleh ketiga senior tersebut, tentu membangunkan “singa jantan”, dan itulah saya," kata Rahakbauw sambil menunjukan raut marah, dalam konfrensi pers, yang berlangsung di ruang rapat komisi A DPRD Maluku, Kamis (25/03), kemarin.

Diakuinya, pernyataan disampaikan oleh ketiga kader senior tersebut difaktorkan dari rapat Golkar, terkait kedatangan DPP Golkar. "Saya tidak mau menyebutkan kader DPP yang datang, namun yang pastinya tujuan kedatangan tersebut untuk melakukan konsulidasi, menjaga kebersamaan kader Golkar di Maluku, dalam menjelang ivent politik yang akan berlangsung di beberapa kabupaten/kota, yaitu Kabupaten SBT, MBD, dan Kepulauan Aru,"ujarnya.

Menurutnya, sebagai kade Golkar kita harus loyalitas, serta berdedikasi bagi partai, yang telah membesarkan nama kita di dunia politik sampai saat ini.

"Sebagai kader, saya akan tetap taat kepada aturan partai, dan akan mencintai partai dengan sepenuh hati. Bukan mencintai partai untuk melakukan hal-hal yang merusak nama partai,"cetusnya.

Kata Rahakbauw, proses hukum dari putusan makamah partai sementara ini masih dalam proses hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Oleh karena itu sebagai kader, kita harus menataati proses hukum yang sementara ini berjalan, karena negara ini adalah negara hukum.

Dirinya menghimbau kepada seluruh kader partai Golkar di Maluku, untuk tetap satuhan hati, bangun integritas, bulatkan tekat untuk melawan orang-orang yang ingin menggunakan dan menghancurkan nama partai, untuk kepentingan pribadi. "Jangan ancam, namun sebaliknya saya yang akan mengancam. Kalian mau mencopot saya, kalian tidak bisa. Darma Uratmangun jangan munafik. Mendukung Agung Laksono, namun pergi mengikuti Munas Golkar versi Aburisal Bakrie di Bali. Apakah mereka pantas disebut kader partai?,"pungkasnya.

Diakhir komentarnya, Rahakbauw mengatakan akan tetap melawan sampai titik penghabisan, bagi siapa yang ingin menghancurkan saya, apalagi ingi mencopot saya. (Shella)