MALUKUnews, Ambon: Aktifis Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ambon, Sita Lefubun, yang juga putri Ohoinol di Pulau Kei Kecil, memberikan apresiasi kepada kepemimpinan Thaher Hanubun, yang telah membantu membangun jalan masuk ke Ohoi (desa) Semawi.

''Selama beberapa dekade, kami baru merasakan kemerdekaan terutama soal akses jalan, padahal Ohoi kami berada di pusat Pulau Kei Kecil. Di depan mata pemerintah saja, namun sebelumnya sangat terabaikan," pungkas Lefubun.

Ia menambahkan, hal ini adalah bukti bahwa Bupati M Thaher Hanubun benar-benar punya hati dalam membangun Malra.

''Selama pemerintahan sepuluh tahun lalu di bawah bupati Andre Rentanubun sebelumnya, jalan Ohoi Jafavun-Ohoinol hanya 1 kali dilapen. Itupun yang mengerjakannya adalah adik beliau. Namun belum sampai setahun jalannya sudah rusak sehingga banyak sekali terjadi kecelakaan. Sekarang ini, jalanya sudah dikerjakan dengan baik dan hotmix,'' ujar Lefubun dalam rilis yang diterima Malukunews.co, Kamis (04/03).

Kepedulian Hanubun dalam membangun infrastruktur di Malra tidak hanya sampai di situ. Selain mengupayakan listrik masuk ke Kei Besar dan kini dinikmati oleh masyarakat ia juga berjuang untuk membangun akses jalan di Kei Besar yang selama ini terisolasi.

Hanubun yang juga mantan anggota DPRD Provinisi Maluku ini akhirnya berhasil memasukan pembangunan Trans Kei Besar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional RPJMN 2020-2024 yang sudah resmi titandatangani Presiden dalam Perpres 18 Tahun 2020.

Langkah perjuangan Hanubun berdasarkan data yang dihimpun dimulai dari pertemuan Gubernur Maluku dan bupati/walikota se-Maluku dengan presiden RI, Joko Widodo bersama Menteri PUPR, Menteri Perhubungan dan Kepala BNPB Republik Indonesia pada tanggal 28 Oktober 2019.

Saat itu topik yang dibahas adalah pembangunan infrastruktur wilayah di seluruh Provinsi Maluku, dan disepakati pembangunan jalan lingkar Kei Besar sepanjang 170 km.

Hanubun kemudian mendorongnya dari sisi regulasi, salah satunya adalah dengan melakukan pertemuan dengan Kementrian PPN/Bappenas untuk menyusun pola pengembangan Kei Besar sebagai kawasan perbatasan dan Pulau-Pulau Kecil Terluar termasuk simpul konekitifitas yang terhubung jalan lingkar guna diakomodir dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasinona tahun 2020-2024. (Mar)