Oleh: Wilma Fransisca Mamuly (Dosen Fak. Kesehatan UKIM Ambon)

MALUKUnews: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran. Juga dilakukan secara mandiri supaya mampu mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatannya serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang sehat.

Manfaat PHBS di sekolah merupakan kegiatan memberdayakan siswa-siswi, guru dan masyarakat lingkungan sekolah, untuk mau melakukan pola hidup sehat guna menciptakan sekolah yang sehat.

Sekolah harus mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dan meningkatkan proses belajar mengajar. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat penting untuk dilakukan.

Khususnya di sekolah itu sendiri guna untuk mencegah berbagai macam penyakit, baik yang menular maupun penyakit tidak menular. Untuk itu, baik siswa-siswi maupun guru dan masyarakat disekitar sekolah harus bisa melakukan gerakan PHBS itu dengan benar.

SD Negeri 5 Suli, misalnya, merupakan salah satu SD yang berada di Desa Suli, Kecamatan Salahatu, Kabupaten Maluku Tengah, dengan jumlah tenaga guru 20 orang dan 242 jumlah siswa-siswi.

Dari hasil observasi yang saya lakukan, memang untuk PHBS di SD Negeri 5 Suli itu masih sangat kurang. Pengetahuan para siswa-siswi tentang PHBS pun masih sangat rendah.

Untuk itu pemberian edukasi tentang PHBS kepada siswa-siswi dan guru sangat diperlukan. Bahkan fasilitas - fasilitas pendukung untuk program PHBS di sekolah itu juga masih minim.

Saya pun cukup tertarik sekaligus tertantang untuk memberikan sosialisasi maupun edukasi kepada siswa-siswi dan para guru di sekolah SD Negeri 5 Suli ini. Yakni terkait arti dan pentingnya ber PHBS di sekolah.

Dalam program sosialisasi dan edukasi yang saya lakukan ini, semua siswa-siswi sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Mereka juga didampingi para guru.

Ada 8 indikator dalam PHBS yang harus dilakukan. Salah satunya adalah, tidak merokok di lingkungan sekolah. Untuk itu melalui sosialisasi dan edukasi yang dilakukan ini diharapkan kepada para guru untuk tidak merokok, baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah.

Sosialisasi dan edukasi pemberdayaan UKS ( Usaha Kesehatan Sekolah ) juga sangat penting dilakukan, agar bisa menunjang semua indikator dalam PHBS dan UKS di SD Negeri 5 Suli yang awalnya memang tidak berfungsi lagi.

Mulanya ruangan UKS di sekolah ini hanya dibiarkan kosong, namun melalui sosialisasi dan edukasi ini ruangan untuk UKS tersebut akhirnya dapat digungsikan dan diberdayakan kembali.

Saat ini, semua fasilitas di dalam ruangan UKS di SD Negeri 5 Suli itu sudah tersedia, mulai dari pintu, tempat tidur, kotak P3K, poster-poster kesehatan dan juga kebutuhan lainnya.

Pihak sekolah melalui Kepala Sekolah, J. Wenno, sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Pasalnya kegiatan ini sangat membantu siswa-siswi dan para guru dari segi pengetahuan tentang ber PHBS di sekolah, maupun fasilitas-fasiltas kesehatan yang telah disediakan oleh Tim PKM UKIM.

Saya selaku Dosen pada Fakultas Kesehatan, Program Studi Kesehatan Masyarakat (PKM), Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), berharap, dengan adanya kegiatan ini, pengetahuan siswa-siswi maupun para guru tentang PHBS di sekolah akan terus ditingkatkan, dan pemberdayaan UKS juga terus dilakukan oleh pihak sekolah. (***)