Oleh: Uchok Lubis (Ketua DPD Pemuda Panca Marga Maluku dan Sekjen Consorsium Pemekaran DOB Kabupaten Seram Utara Raya)

MALUKUnews: Pada tanggal 24 September 2019, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Tengah (Malteng) terpilih resmi diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Masohi.

Ke-40 (empat puluh) Anggota DPRD Maluku Tengah tersebut akan mengembang amanah lima tahun kedepan sebagai wakil rakyat Kabupaten Maluku Tengah.

Tugas utama mereka adalah melakukan pengawasan terhadap pemerintahan Kabupaten, membuat peraturan daerah, serta membahas serta mengesahkan anggaran belanja yang akan digunakan oleh Pemda Kabupaten Maluku Tengah. Kita memberikan apresiasi atas posisi mereka yang telah mendapatkan kepercayaan dari publik untuk bisa duduk dilembaga yang terhormat tersebut. Kita berharap mereka bisa menjalankan tugas dengan baik dan penuh amanah.

Dalam demokrasi, keberadaan lembaga perwakilan rakyat menjadi sentral. Lewat lembaga inilah para wakil rakyat itu bisa mengkritisi jalannya pemerintahan. Tidak hanya mengkritisi, tugas mereka yang juga penting adalah bagaimana mengubah aspirasi publik menjadi kebijakan pemerintah yang kemudian mampu memajukan kesejahteraan umum.

Dalam mengembang tugas yang terakhir itu, anggota dewan diharapkan tidak hanya mengedepankan kepentingan kelompok atau konstituennya an sich, tetapi juga mengedepankan kemaslahatan masyarakat secara keseluruhan.

Sudah barang tentu, untuk mendahulukan kemaslahatan masyarakat, prasyarat yang dibutuhkan oleh anggota dewan adalah kesediannya untuk menanggalakan kesempitan cara pandang didalam melihat posisi politiknya sebagai alat yang hanya dipakai untuk mencapai tujuan jangka pendeknya, yakni mencari cara untuk mengganti ongkos kampanye yang telah mereka keluarkan.

Kita tidak ingin mereka terjebak dalam tujuan jangka pendek itu. Dalam konteks itulah kita mengingatkan agar para anggota DPRD Maluku Tengah yang baru ini mampu meraih trust publik melalui optimalisasi peran mereka sebagai anggota dewan sembari membangun hubungan yang populis dan konstruktif antara dirinya dengan publik.

Kita percaya bahwa semua anggota dewan terlantik adalah anggota dewan yang telah selesai dengan urusan dirinya sendiri sehingga mereka betul-betul ingin mendedikasikan dirinya secara total untuk masyarakat. Semua waktu dan tenaganya akan dicurahkan untuk memperjuangkan aspirasi publik baik yang mereka wakili maupun tidak.

Mereka tidak akan mencari proyek dengan menjual pengaruh mereka ke pemerintah bahkan tidak akan berusaha menekan pemerintah untuk mendapatkan akses ke sejumlah proyek yang ada. Mereka betul-betul menjadi wakil rakyat yang menjunjung tinggi harkat dan sebagai pejabat Negara yang terhormat.

Itulah tipe ideal dari wakil rakyat yang kita inginkan. Karena itulah, kita berharap agar mereka bersikap profesional dengan melepaskan egonya dalam menjalankan tugas sehari hari sebagai wakil rakyat. Jangan sampai terbetik dalam benak mereka bahwa menjadi wakil rakyat berarti bisa menjadi kaya, punya jabatan prestisius, status sosialnya tinggi, dan punya banyak fasilitas. Jika itu terjadi, maka kita tidak akan melihat sosok-sosok wakil rakyat yang amanah, yang setia mewujudkan semua janji kampanyenya.

Tentu saja masyarakat Maluku Tengah ingin memperoleh hadiah yang terbaik dari wakil rakyatnya dalam lima tahun ke depan. Mereka ingin agar suara yang mereka berikan tak sia-sia, dan suara itu bukanlah cek kosong yang seenaknya diisi oleh mereka. Oleh karena itu kita mengingatkan agar wakil rakyat itu bisa memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya.

Janganlah mereka mencederai kepercayaan publik yang didapatkan dengan susah paya dengan bertingkah pongah dan masa bodoh terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi, oleh publik. Publik akan bersikap skeptis jika kemudian mendapat wakil rakyat yang pongah dan masa bodoh dan sikap skeptis itu akan berdampak pada munculnya apatisme bahwa ada atau tidaknya wakil rakyat tidaklah berpengaruh terhadap kehidupan mereka.

Kita tentu tidak ingin hal itu terjadi karena biaya yang begitu besar telah dikeluarkan oleh Negara untuk mendapatkan wakil rakyat. Dengan demikian loyalitas wakil rakyat tentu harus ditujukan kepada rakyat dengan tanpa mengurangi loyalitas kepada partai.

Partai pada posisi ini patut memberi apresiasi kepada wakilnya digedung dewan yang vokal memperjuangkan kepentingan rakyat meski kadang bertentangan dengan keinginan partai.

Disisi lain kita mendorong agar wakil rakyat ini, mampu membangun sinergi dengan sejawat mereka di lembaga eksekutif da yudikatif guna menciptakan pemerintahan yang bersih. Kita juga mendorong agar wakil rakyat bertandem dengan Ombudsman RI perwakilan Maluku guna mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik demi mewujudkan pemerintahan yang melayani dan bebas dari maladministrasi.

Jika sinergi antar lembaga ini bisa dibangun, maka rakyat akan melihat bahwa pajak yang mereka keluarkan tidaklah disia-siakan oleh wakilnya. Sinergi antar lembaga merupakan bagian dari usaha menaati prinsip demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana amanat UU No.17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. (UU MD3).

Kita mengapresiasi bahwa komposisi keanggotaan DPRD Maluku Tengah 2019-2024 didominasi oleh Partai Nasdem 5 orang dan menjadi ketua DPRD disusul oleh Gerinda dan PDIP. Ini merupakan capaian bersejarah. Tetapi dominasi tersebut jangan sampai melahirkan kepongahan mayoritas atas minoritas anggota dewan dari partai lain, termasuk didalamnya jangan sampai memaksakan kehendaknya demi mencapai tujuan tertentu.

Kita berharap dominasi yang ada tidak membuat lemahnya kontrol mayoritas terhadap kepala pemerintah Maluku Tengah yang kali ini sebagai pengusung utama oleh partai yang sama. Dominasi seyogianya dipakai untuk menunjukkan keberpihakan untuk kepentingan umum dan mempertegas fungsi pengawasan agar jalannya pemerintahan sesuai dengan prinsip umum good governance sekaligus mengembangkan check and balance agar pemerintahan tetap pada jalurnya.

Akhirnya kami mendoakan dan menyampaikan selamat menjalankan tugas sebagai wakil rakyat Maluku Tengah 2019-2020 yang telah menjalankan tugas kurang lebih 7 bulan dan masih ada sisa waktu 4 tahun 5 bulan. Semoga kedepan mampu menjalankan amanah rakyat ini dengan baik, focus, tulus dan lurus. Semoga…! (***)