Oleh: Dr. Zasendy Rehena, S.Pd, M.Kes & Andriana.R. Nendissa, S.E, M.Si ( Dosen Fak Kes UKIM)

MALUKUnews: Penggunaan garam beriodium untuk rumah tangga sangat dianjurkan. Pasalnya, fungsi iodium yang termasuk elemen ultratrace sangat penting bagi tubuh manusia untuk pembentukan hormon tiroid. Hormon itu sangat diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan mental dan fisik.

Program pemantauan penggunaan garam beriodium hingga saat ini masih dilakukan di Indonesia. Bahkan menjadi salah satu indikator luaran dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2015-2019.

Jika dilihat dari kondisi tersebut, maka seharusnya dapat dipastikan, bahwa garam yang beredar dan digunakan di rumah tangga sepatutnya adalah garam beriodium. Namun, faktanya, belum semua rumah tangga menggunakan garam beriodium.

Selain itu, wadah/tempat dan cara penyimpanan serta cara penggunaannya yang kurang tepat dalam masakan, juga dapat memengaruhi kadar iodium dalam garam.

Pentingnya penggunaan garam beriodium di masyarakat inilah yang menjadi topik utama pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) oleh Tim Dosen Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) yang diketuai oleh Dr. Zasendy Rehena, M.Kes, bersama anggota tim Andriana.R. Nendissa, S.E, M.Si.

Rehena menyatakan, bahwa timnya memilih ibu-ibu rumah tangga di Negeri Allang, Kecamatan Leihitu Barat, Maluku Tengah, karena berdasarkan observasi awal yang menunjukkan, bahwa sebagian besar ibu-ibu masih menggunakan garam kasar/ garam rongsokan (tidak mengandung iodium) saat memasak.

Mereka menyatakan, bahwa dalam penggunaannya, garam kasar lebih mudah untuk menghaluskan bumbu dan rasanya lebih asin jika dibandingkan dengan garam beriodium seperti merek Dolpin.

Ada juga yang sudah menggunakan garam beriodium, tetapi didalam penggunaannya mereka belum tepat untuk melakukannya karena mereka belum tahu cara penggunaan yang tepat saat memasak.

Dengan demikian, maka Tim PkM melaksanakan sosialisasi kepada ibu-ibu rumah tangga, tentang manfaat dan penggunaan garam beriodium. Juga praktek uji kandungan iodium pada garam, dengan menggunakan test kit iodium. Tujuannya, supaya ibu-ibu di Negeri Allang dapat mengetahui, garam manakah yang mengandung iodium dan yang tidak mengandung iodium.

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu, sehingga mereka mampu mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari. (***)