Oleh: G.V. Souisa, S.Si, M.Kes ( Instruktur KKN UKIM Ambon )

MALUKUnews: Pasar merupakan tempat keramaian yang didatangi banyak orang sehingga penerapan protocol pencegahan penularan Covid-19, penting dilaksanakan di Pasar.

Potensi penularan Covid-19 di pasar dan tempat umum lainnya sangat tinggi risikonya. Penularan Covid-19 ditentukan pada contact rate, yang umumnya lebih banyak dipasar dibandingkan di mall, stasiun kereta dan terminal bus.

Kontak yang intens antara pedagang maupun dengan pembeli, menjadi factor risiko penularan Covid-19 pada pedagang. Banyak orang yang datang seringkali membuat pasar penuh sesak. Kebersihan yang kurang terjaga dan standar sanitasi hygiene yang belum ketat diterapkan, dapat berakibat mudahnya penularan Covid-19.

Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia menyatakan, tak mudah untuk memberlakukan protocol kesehatan di pasar tradisional. Hal ini dikarenakan factor ekonomi yang juga meresahkan pedagang.

Surat edaran Menteri perdagangan nomor 12 tahun 2020 tentang pemulihan aktivitas perdagangan yang dilakukan pada masa pandemi Corona Virus Disease (Covid 19) dan new normal.

Yaitu terkait pasar yang beradaptasi dengan kebiasaan baru, sehingga memungkinkan masyarakat menjalankan roda perekonomian di pasar tradisional dengan tetap mengutamakan factor kesehatan.

Pasar rakyat yang menjual kebutuhan pokok masyarakat, wajib menerapkan protocol kesehatan yang ketat seperti memastikan semua pedagang, pengelola dan organ pendukungnya negativ Covid-19, menggunakan masker, face shield dan sarung tangan selama beraktivitas.

Menjaga jarak antar pedagang 1,5 meter, pengukuran suhu tubuh pedagang (<37,3 o C), tersedia tempat mencuci tangan, sabun dan hand sanitizer serta desinfeksi secara berkala setiap 2 hari sekali.

Potensi penularan dapat dikurangi dengan menerapkan disiplin cuci tangan pakai sabun, penggunaan masker, face shield dan menjaga jarak aman, serta meningkatkan imunitas pedagang sendiri.

Control pada lingkungan pun dapat dilakukan dengan desinfeksi lokasi pasar 2 hari sekali. Komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat merupakan komponen penting yang tidak terpisahkan dalam penanggulangan tanggap darurat kesehatan masyarakat.

Penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap kesiapsiagaan dan respon pemerintah sehingga masyarakt dapat menerima informasi dengan baik dan mengikuti anjuran pemerintah.

Pesan kunci yang perlu disampaikan kepada masyarakat umum adalah mengenali Covid 19 (penyebab, gejala, tanda, penularan, pencegahan dan pengobatan) Kuliah Kerja Nyata Pengabdian pada Masyarakat (KKN PPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) angkatan XLIX yang diselenggarakan pada semester antara tahun akademik 2019/2020, dengan tema “KKN PPM berbasis produk pengabdian edukasi pencegahan covid -19”.

KKN PPM dilaksanakan dalam kondisi pandemi Covid-19 dengan memperhatikan kelompok dalam jumlah terbatas sesuai lokasi tempat tinggal ataupun dilakukan secara individu.

Model komunikasi berbasis online antara peserta dengan dosen pembimbing lapangan, ataupun tatap muka dengan memperhatikan protocol pencegahan Covid -19.

Sebagai bentuk kontribusi UKIM untuk mendukung pencegahan Covid-19, maka dilakukan kegiatan KKN PPM yang berlokasi di Pasar Benteng, Ambon dan berfokus pada pedagang pasar.

Kegiatan yang dilakukan selama bulan Juli 2020 antara lain, penggunaan media (leaflet, poster) untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadp Covid-19.

Pembagian face shield bagi pedagang lansia yang berisiko, dan desinfeksi pasar. Kegiatan dilakukan dengan memperhatikan protocol pencegahan Covid-19, sehingga peserta KKN PPM pun tetap sehat.

Kegiatan KKN PPM terlaksana dengan baik, melalui koordinasi dengan koordinator pasar dan mendapat respon yang baik dari para pedagang.

Melalui kegiatan KKN PPM di Pasar Benteng, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pedagang untuk turut dalam aksi nyata pencegahan Covid-19, sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan bersama. (***)