MALUKUnews, Yogyakarta: Sensus Penduduk (SP) 2020 yang tahun ini dilakukan secara mandiri melalui online dimulai pada 15 Februari. Untuk itu, masyarakat diminta mengisi data dengan jujur.

"Kami mengimbau agar dalam mengisi data itu jujur dan bertanggungjawab, apa adanya. Tidak perlu direkayasa," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta, Harjana di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Selasa, (11/2).

Pengisian data pada sensus online dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat melalui sensus.bps.go.id. Pengisian data ini akan dibuka hingga 31 Maret 2020.

BPS Kota Yogyakarta pun mengaku, tidak dapat mengontrol masyarakat yang melakukan pengisian data sensus online ini secara optimal. Sensus di 2020 ini menggunakan basis data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri.

"Kami tidak bisa mengontrol, susah untuk mengontrol itu. Untuk kami imbau agar masyarakat memberikan data yang sebenarnya. Harapannya dengan online itu datanya sudah update. Ketika pemerintah ada program, kalau data tidak benar nanti salah sasaran," kata Kasi Statistik Sosial BPS Kota Yogyakarta, Chandra Wahyu.

Selain menerapkan sensus online ini, metode konvensional seperti sensus 2010 lalu juga tetap diterapkan. Hal ini yakni dengan mendatangi masyarakat yang belum mengisi data secara online yang dimulai pada Juli 2020.

"Sampai Maret itu nanti kami akan menyusun daftar penduduk yang nanti akan digunakan petugas wawancara untuk verifikasi ke lapangan, seperti ke ketua RT. Ini untuk yang sudah mengisi online, jadi cuma verifikasi. Sementara, yang belum mengisi data akan didatangi petugas dan diwawancara," ujarnya. (republika.co.id)