MALUKUNEWS, Ambon: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon memperkirakan hari ini gelombang tinggi dan hujan lebat bakal hantam sejumlah wilayah di Maluku. Guna mengantisipasi hal itu, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mengetahuinya. Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Pattimura Ambon, Fransina A Pattinama melalui release, seperti dikutif dari Siwalima, kemarin, menjelaskan, gelombang tinggi 2-3 meter berpeluang terjadi di Perairan Ambon, Laut Buru, Selat Manipa, Perairan Geser, Laut Banda dan Laut Kei. Sedangkan tinggi gelombang 3-4 meter berpeluang terjadi Laut Aru dan Perairan Manipa. Begitupun dengan tinggi gelombang 4-5 meter juga berpeluang terjadi di Laut Arafura. Tidak hanya tinggi gelombang yang diwaspadai, tapi hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang berpeluang menimpa Maluku Teng­gara (Malra), Maluku TenggaraBarat (MTB) dan Maluku Barat Daya (MBD). “Peluang hujan dengan intensitas ringan sampai sedang terjadi di Pulau Ambon, Pulau Se­ram, Pulau Buru bagian Utara, Pulau Geser, Pulau Banda, Kepulauan Kei dan Kepulauan Aru. Peluang hujan intensitas sedang sampai lebat terjadi di Pulau Buru bagian Selatan, Kepulauan Tanimbar dan Pulau Kisar. Angin yang akan bertiup dari barat laut sampai tenggara dengan kecepatan rata-rata 5-50 kilo meter per jam,” tukasnya. Pattinama berharap kepada se­luruh pemilik jasa transportasi, instansi-intansi terkait dan mas­yarakat harus mewaspadai peringatan dini yang dikeluarkan pihaknya, untuk men­cegah hal-hal yang tidak diinginkan khususnya pengguna jasa trans­portasi baik darat, laut maupun udara. Peringatan dini BMKG direspon pihak Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I Am­bon atau yang dulu dikenal dengan administrasi pelabuhan (Adpel). Melalui Kabid Lalu Lintas Ang­kutan Laut dan Usaha Kepela­bu­hanan, Joko Susanto, setelah mene­rima peringatan dini yang dikeluar­kan BMKG, pihaknya langsung berkoor­dinasi dengan operator kapal (kapten kapal Red). “Dari pihak KSOP sudah mengingatkan kepada operator kapal untuk lebih berhati-hati dalam kesiapan perangkat kapalnya. Ya kita juga sudah mengingatkan kalau cuaca tidak memungkinkan untuk berlayar, operator kapal tidak boleh memaksakan diri untuk membe­rangkatkan kapal mereka,” ungkap Susanto kepada Siwalima di ruang kerjanya Selasa (28/5). Dikatakan, KSOP Klas I Ambon tidak main-main dengan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG. Karena itu, informasi cuaca terus disampaikan kepada pengguna jasa transportasi laut yang ada di Ambon. (S5)