Oleh: Akbar Suneth ( Mahasiswa Universitas Islam Makassar )

MALUKUnews: Yayasan Yasifa Masika Jaya yang berlokasi di Dusun Masika Jaya, Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), tidak jelas pembina yayasan dan tujuan dari yayasan tersebut.

Dewan terpilih bung Yudhin Hitimala telah menghakimi kebenaran tanpa terlebih dahulu melihat aturan konstitusi. Dalam komentarnya di salah satu grup Facebook yakni Grup "Menjejarin Bupati SBB 2017".

Dalam postingan saya di Facebook “Bupati SBB menjadi pembina yayasan (ketua), itu artinya melanggar batas aturan, jadi harus diberhentikan selama 3 bulan sesuai UU yang berlaku. Kemudian Yudin sertakan link berita dari sorotpublic.com “Tak Peduli Pendidikan, MA YASIFA Masika Jaya luput dari perhatian Bupati Payapo”.

Komentar anggota dewan terpilih dari partai Hanura, Yudhin Hitimala, “Bapak H. Moh. Yasin Payapo beliau sudah tidak lagi menjadi ketua Yayasan Yasifa Masika Jaya melainkan jabatan ketua yayasan telah dijabat oleh orang lain sejak lama”.

Pembina yayasan (ketua yayasan) itu tidak dapat digantikan oleh pengurus dan pengawas yayasan. Kemudian tidak ada bukti secara tertulis yang ditandatangani pembina yayasan atas pergantian pembina, jadi kalau benar-benar pembina yayasan telah diganti maka itu mrupakan tindakn inkonstitusional dan ilegal.

Sebenarnya tidak ada aturan yang ditetapkan secara resmi bahwa Pemkab SBB (bupati) tidak bisa menjadi pendiri atau pembina Yayasan sesuai dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Yayasan.

Yang dilarang dalam UU Yayasan, yaitu apabila ditemukan Pemkab menjadi pengurus atau pengawas yayasan maka pemkab SBB harus diberhentikan selama 3 bulan.

Sebenarnya tujuan dari postingan saya di Facebook untuk mencari kebenaran dan kejujuran Pemerintah Kabupaten Seram Bagaian Barat soal Yayasan Yasifa Masika Jaya, disamping itu juga untuk mencari titik terang dan kejelasan dari Yayasan tersebut.

Karena melihat kawan-kawan yang menyulam pendidikannya di MA YASIFA Masika Jaya sangat membutuhkan uluran tangan dari Pemkab SBB (Dinas Pendidikan) untuk tambahan gedung sekolah, yaitu untuk ruang guru, kepala sekolah dan perpustakaan serta fasilitas lainya.

Pendidikan merupakan sebuah sistem yang ditempa dan dibangun untuk meningkatkan taraf berpikir manusia demi tercapainya tatanan masyarakat yang adil dan beradap.

Pendidikan bertujuan menjadikan realitas sosial menjadi objek untuk menyelesaikan fenomena sosial tersebut. Secara praxis pendidikan diamalkan untuk memecahkan persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Melihat tanggapan/komentara atas postingan saya di Facebook. Saya berkesimpulan bahwa Yudin Hitimalah tidak paham aturan konstitusi serta maksud dan tujuan Yayasan Yasifa Masika Jaya sehinngga tanggapannya terlihat panik dan juga ngaur. (***)